Tiga Bintang Bollywood Diminta Buka Suara Soal UU Kewarganegaraan

Rabu, 25 Desember 2019 - 02:01 WIB
Tiga Bintang Bollywood...
Tiga Bintang Bollywood Diminta Buka Suara Soal UU Kewarganegaraan
A A A
MUMBAI - Sutradara Bollywood Anubhav Sinha meminta tiga aktor superstar untuk buka suara soal Undang-undang (UU) kewarganegaraan yang memicu unjuk rasa di India. Menurut Sinha, para bintang itu dapat mempengaruhi jutaan penggemarnya.

Sebanyak 21 orang tewas sejak unjuk rasa menentang UU baru yang diluncurkan pemerintahan nasionalis India yang dianggap diskriminatif terhadap Muslim.

Kekerasan dan badai politik itu menjadi dilema bagi industri film yang didominasi para aktor, sutradara dan kru Muslim tapi memiliki penonton warga India yang mayoritas Hindu.

Beberapa tokoh telah secara terbuka menentang UU dan kekerasan yang terjadi dalam unjuk rasa di Mumbai, jantung Bollywood. Namun tak satu pun dari tiga bintang ternama, Aamir Khan, Salman Khan dan Shah Rukh Khan yang membuat pernyataan publik. Padahal tiga aktor itu Muslim.

"Tiga aktor ini dan para penggemar mereka adalah sesuatu yang lain. Satu kata dari mereka dapat mempengaruhi jutaan orang," ungkap sutradara Sinha yang merupakan pengkritik Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi.

"Saya memahami mengapa mereka mungkin tidak dapat berbicara. Saya tidak marah pada mereka," tutur Sinha yang menyutradarai Shah Rukh Khan dalam film "Ra One" pada 2011.

Sinha menyatakan, tidak masalah apa yang mereka katakan tentang UU atau kekerasan itu, mereka perlu terlibat dalam debat. "Saya tidak mengatakan mereka harus sepakat dengan saya atau lainnya. Pendapat mereka dapat bertentangan dengan apa yang kita punya," tutur dia.

Tiga aktor itu belum merespon permintaan Reuters untuk memberikan komentar.

Sumber industri perfilman India menyatakan ada perbedaan budaya antara Hollywood dan Bollywood. "Di Amerika, Presiden Donald Trump tak dapat menggunakan mesin pemerintah untuk para aktor yang tidak sependapat dengannya, tapi di sini, kekhawatiran itu sangat besar," ujar pengkritik film dan jurnalis Rajeev Masand pada Reuters.
(sfn)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Sampaikan Pidato Kenegaraan di DPR RI
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
2 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
3 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
4 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
5 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
6 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved