Trump Disebut Menentang Lagi Penjatuhan Sanksi Turki soal S-400 Rusia

Selasa, 24 Desember 2019 - 12:17 WIB
Trump Disebut Menentang...
Trump Disebut Menentang Lagi Penjatuhan Sanksi Turki soal S-400 Rusia
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan menentang lagi upaya oleh anggota parlemen Amerika Serikat (AS) yang mendesak penjatuhan sanksi terhadap Turki. Parlemen Amerika ingin menghukum Ankara karena membeli sistem pertahanan rudal S-400 Rusia dan menginvasi pasukan Kurdi di Suriah.

Laporan perihal perlawanan kembali Trump terhadap desakan parlemen itu dilansir media Amerika, Daily Beast, pada hari Senin (23/12/2019). Menurut laporan itu, Departemen Luar Negeri AS mengirim memo tujuh halaman kepada para senator untuk menentang rancangan undang-undang bernama "Promoting American National Security and Preventing the Resurgence of ISIS Act".

Di bawah RUU itu, AS bisa menjatuhkan sanksi pada Turki karena membeli sistem rudal surface-to-air S-400 Rusia, dan memblokir setiap penjualan jet tempur F-16 atau pun F-35 termasuk suku cadangnya kepada Ankara.

Memo itu dilaporkan berargumen bahwa menjatuhkan sanksi pada Ankara akan merusak perdagangan AS-Turki dalam hal peralatan pertahanan, menjadikan Turki "paria" dalam aliansi NATO, dan membuatnya lebih bergantung pada pembelian senjata dari Moskow.

Masih menurut laporan itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS memuji keanggotaan dan peran Turki dalam aliansi.

"NATO lebih kuat dengan Turki sebagai anggota dan telah selama hampir 70 tahun. Turki telah menjadi kontributor signifikan bagi keamanan kolektif NATO selama beberapa dekade," kata juru bicara departemen tersebut tanpa disebutkan namanya.

Pejabat itu juga menuduh Rusia membuat ganjalan antara kedua negara yang merupakan sekutu NATO. "Kami sedang berupaya mempertahankan kerja sama yang kuat dalam aliansi," ujarnya.

Dalam dokumen itu, administrasi Trump juga mengemukakan keberatannya terhadap ketentuan sebuah rancangan undang-undang yang akan memungkinkan warga Kurdi datang ke AS sebagai pengungsi lebih cepat.

Terlepas dari kerja sama selama puluhan tahun, ketegangan telah meningkat antara Washington dan Ankara, terutama karena dukungan AS untuk kelompok PYD/YPG Kurdi dalam perang melawan ISIS. Bagi Ankara, kelompok pasukan Kurdi itu dianggap sebagai kelompok teroris yang mengancam keamanan Turki.

Para pejabat Pentagon selama ini menegaskan bahwa sistem senjata Rusia yang canggih tidak kompatibel dengan pertahanan NATO dan memasukkan sistem itu ke dalam infrastruktur Turki dapat menimbulkan ancaman bagi jet tempur siluman F-35.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan Menantang AS,...
Erdogan Menantang AS, Keukeuh Lanjutkan Boyong S-400 Rusia
Erdogan Nilai Risiko...
Erdogan Nilai Risiko Ketegangan dengan AS Sebanding dengan Pembelian S-400 Rusia
Abaikan Ancaman AS,...
Abaikan Ancaman AS, Erdogan Ingin Beli Banyak S-400 Rusia
Dihukum AS karena S-400...
Dihukum AS karena S-400 Rusia, Erdogan: Berikan Dukungan, Bukan Sanksi
Erdogan: Tes S-400 Rusia,...
Erdogan: Tes S-400 Rusia, Turki Tak Akan Konsultasi dengan AS!
Partainya Erdogan Tolak...
Partainya Erdogan Tolak Usul AS Beli S-400 Rusia dari Turki
Berita Terkini
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
1 menit yang lalu
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
3 jam yang lalu
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
4 jam yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
5 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
5 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved