Pangkalan Udara Incirlik, 'Gudang' Bom Nuklir AS di Turki

Senin, 23 Desember 2019 - 03:18 WIB
Pangkalan Udara Incirlik,...
Pangkalan Udara Incirlik, 'Gudang' Bom Nuklir AS di Turki
A A A
ANKARA - Amerika Serikat (AS) diketahui memiliki sejumlah basis militer di Timur Tengah, salah satunya di Turki. AS menggunakan Pangkalan Udara Incirlik sebagai basis militer mereka dan juga sebagai gudang bom nuklir mereka di Timur Tengah.Pangkalan Udara Incirlik berlokasi di kota Adana dan memiliki luas sekitar 1.300 hektar. Unit utama yang ditempatkan di Pangkalan Udara Incirlik adalah unit ke-39 dari Angkatan Udara AS.Keputusan untuk membangun Pangkalan Udara Incirlik dibuat selama Konferensi Kairo Kedua pada Desember 1943, tetapi konstruksi baru dimulai setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua.Korps Insinyur Angkatan Darat AS memulai pekerjaan pada musim semi 1951. Angkatan Udara AS awalnya berencana untuk menggunakan pangkalan itu sebagai lokasi pementasan dan pemulihan darurat untuk pembom menengah dan berat.Staf Umum Turki dan Angkatan Udara AS menandatangani perjanjian penggunaan bersama untuk Pangkalan Udara baru pada Desember 1954. Pada 21 Februari 1955, Pangkalan Udara secara resmi bernama Pangkalan Udara Adana, dengan Skuadron Pangkalan Udara ke-7216 sebagai unit tuan rumah. Pangkalan Udara ini berganti nama menjadi "Pangkalan Udara Incirlik" pada tanggal 28 Februari 1958.AS menempatkan setidaknya 500 personel tentara di Pangkalan Udara Incirlik dan sejumlah jet tempur mereka. Selain itu, AS juga menempatkan setidaknya 50 bom nuklir di pangkalan udara tersebut.Namun, di tengah terus memburuknya hubungan AS dan Turki, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengancam akan menutup Pangkalan Udara Incirlik untuk pasukan AS. "Jika perlu bagi kami untuk mengambil langkah seperti itu, tentu saja kami memiliki wewenang. Jika ini diperlukan, bersama dengan delegasi kami, kami akan menutup Incirlik jika perlu," ancam Erdogan.Ancaman Erdogan ini adalah respon atas ancaman sanksi AS dan resolusi Senat Amerika yang mengakui pembunuhan massal orang-orang Armenia seabad lalu sebagai genosida. Amerika mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada sekutunya itu karena membeli dan menguji coba sistem pertahanan rudal S-400 yang dibeli dari Rusia."Turki juga dapat menutup pangkalan radar Kurecik jika perlu. Jika mereka mengancam kita dengan penerapan sanksi ini, tentu saja kita akan membalas," imbuhnya.
(esn)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dipecundangi...
Amerika Serikat Dipecundangi Turki 2-3
Erdogan: Sanksi Amerika...
Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki
Erdogan: Turki Kirim...
Erdogan: Turki Kirim Peralatan Medis ke Amerika Serikat
9 Negara Sekutu Utama...
9 Negara Sekutu Utama Amerika Serikat di Timur Tengah
Erdogan: Gaza adalah...
Erdogan: Gaza adalah Tanah Palestina, Amerika Serikat Harus Menerimanya
Kecil Kemungkinan Turki...
Kecil Kemungkinan Turki Jual S-400 Rusia ke AS
Berita Terkini
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
1 jam yang lalu
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
2 jam yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
3 jam yang lalu
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
4 jam yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
5 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
6 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved