Erdogan Kesal Tentara Bayaran Rusia Ikut Perang di Libya

Sabtu, 21 Desember 2019 - 05:39 WIB
Erdogan Kesal Tentara...
Erdogan Kesal Tentara Bayaran Rusia Ikut Perang di Libya
A A A
ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keterlibatan tentara bayaran Rusia seperti kelompok Wagner dalam perang di Libya. Dia mengatakan kelompok tentara bayaran itu mendukung pasukan Jenderal Khalifa Haftar yang sedang berperang melawan pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya.

"Melalui kelompok bernama Wagner, mereka secara harfiah bekerja sebagai tentara bayaran Haftar di Libya. Anda tahu siapa yang membayar mereka," kata Erdogan, kepada NTV yang dikutip Sabtu (21/12/2019).

"Itu yang terjadi, dan itu tidak tepat bagi kita untuk tetap diam terhadap semua ini. Kami telah melakukan yang terbaik sampai sekarang, dan akan terus melakukannya," ujarnya.

Komentar Erdogan muncul sehari setelah GNA—pemerintah Libya yang diakui PBB—mengatakan pihaknya telah meratifikasi perjanjian keamanan dan militer antara Ankara dan Tripoli. Perjanjian itu membuka jalan bagi pengiriman bantuan militer Turki ke Libya.

Pemerintah Rusia mengaku sangat prihatin dengan Turki yang berpotensi mengirim pasukan ke Libya. Sumber di Kementerian Luar Negeri mengatakan perjanjian Ankara dan Tripoli menimbulkan banyak pertanyaan.

Tidak jelas jenis dukungan militer apa yang mungkin ditawarkan Turki kepada GNA dan kapan dikerahkan.

GNA, yang berbasis di Tripoli, telah terlibat perang sengit dengan Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin oleh Jenderal Khalifa Haftar. Pertempuran sudah pecah sejak April tahun ini.

LNA, dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, menuntut agar milisi Misrata yang berjuang atas nama pemerintah di ibu kota Libya menarik diri dari Tripoli dan kota pantai Sirte. Milisi Misrata ikut terlibat dalam penggulingan dan pembunuhan diktator Moammar Gadhafi.
(mas)
Berita Terkait
Perluas Pengaruh, Turki...
Perluas Pengaruh, Turki akan Bangun Pangkalan Logistik di Libya
Turki Tangkap 4 Warga...
Turki Tangkap 4 Warga Rusia atas Tuduhan Spionase Militer
Rusia Diduga Kerahkan...
Rusia Diduga Kerahkan Sistem Rudal S-400 ke Libya
Erdogan Bilang Turki...
Erdogan Bilang Turki Mampu Atasi Konsekuensi Embargo Senjata
Perkuat Pengaruh di...
Perkuat Pengaruh di Libya, Turki Dituduh ‘Mengepung’ Mesir
Yunani Siap Konfrontasi...
Yunani Siap Konfrontasi Militer dengan Turki untuk Bela Kedaulatan
Berita Terkini
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
4 menit yang lalu
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
2 jam yang lalu
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
3 jam yang lalu
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
4 jam yang lalu
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
5 jam yang lalu
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
6 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved