UEA Tutup Rekening Pengusaha Malta Terkait Pembunuhan Jurnalis
Rabu, 18 Desember 2019 - 00:02 WIB
UEA Tutup Rekening Pengusaha Malta Terkait Pembunuhan Jurnalis
A
A
A
LONDON - Noor Bank di Dubai menutup beberapa rekening perusahaan 17 Black Limited milik pengusaha Malta, Yorgen Fenech, awal tahun ini setelah dia didakwa terkait pembunuhan jurnalis investigasi Daphne Caruana Galizia.
Dua pejabat perbankan menjelaskan langkah tersebut pada Reuters. Yorgen Fenech didakwa bulan lalu terlibat pembunuhan Galizia pada 2017. Saat itu Galizia sedang menulis tentang perusahaan 17 Black Limited beberapa saat sebelum dia tewas. Fenech menyangkal tuduhan tersebut.
"Sebelum dakwaan pembunuhan itu, Noor Bank menyerahkan dua cek pada Fenech dengan nilai total USD1,7 juta saat pada April 2019 bank itu menutup rekening yang dibuat atas nama 17 Black," ungkap beberapa sumber perbankan pada Reuters.
Seorang pejabat yang bertindak sebagai kepala Unit Intelijen Keuangan (FIU) Uni Emirat Arab (UEA) Ali Faisal Ba’Alawi menaytakan bank itu memutuskan mengembalikan uang itu karena menganggap nasabah "berisiko tinggi". Ini terjadi hanya beberapa bulan setelah investigasi Reuters telah mengidentifikasi Fenech sebagai pemiliknya.
Sumber kepolisian di Malta menyatakan pada Reuters bahwa mereka menyelidiki apakah aktivitas 17 Black mungkin memiliki motif untuk pembunuhan Caruana Galizia. Fenech menyangkal semua tuduhan itu. Noor Bank belum merespon permintaan komentar.
Pada 23 April 2019, cek itu belum disetorkan. Reuters tidak dapat menentukan mengapa Fenech tidak menyerahkan cek itu ke bank lain setelah Noor mengembalikan dana itu pada dia.
Fenech menolak mengatakan apakah dia pemilik 17 Black saat Reuters merilis berita itu pada November 2018. Dua cek atas namanya merupakan bukti dokumen pertama yang menghubungkan dia dengan perusahaan tersebut. Pengacaranya belum memberikan respon atas permintaan komentar tentang dua cek tersebut.
Delapan bulan sebelum kematiannya, Caruana Galizia menulis di blognya tentang 17 Black. Dia menuduh perusahaan itu terkait para politisi Malta, tapi tak ada bukti yang muncul untuk mendukung dugaannya.
Dua pejabat perbankan menjelaskan langkah tersebut pada Reuters. Yorgen Fenech didakwa bulan lalu terlibat pembunuhan Galizia pada 2017. Saat itu Galizia sedang menulis tentang perusahaan 17 Black Limited beberapa saat sebelum dia tewas. Fenech menyangkal tuduhan tersebut.
"Sebelum dakwaan pembunuhan itu, Noor Bank menyerahkan dua cek pada Fenech dengan nilai total USD1,7 juta saat pada April 2019 bank itu menutup rekening yang dibuat atas nama 17 Black," ungkap beberapa sumber perbankan pada Reuters.
Seorang pejabat yang bertindak sebagai kepala Unit Intelijen Keuangan (FIU) Uni Emirat Arab (UEA) Ali Faisal Ba’Alawi menaytakan bank itu memutuskan mengembalikan uang itu karena menganggap nasabah "berisiko tinggi". Ini terjadi hanya beberapa bulan setelah investigasi Reuters telah mengidentifikasi Fenech sebagai pemiliknya.
Sumber kepolisian di Malta menyatakan pada Reuters bahwa mereka menyelidiki apakah aktivitas 17 Black mungkin memiliki motif untuk pembunuhan Caruana Galizia. Fenech menyangkal semua tuduhan itu. Noor Bank belum merespon permintaan komentar.
Pada 23 April 2019, cek itu belum disetorkan. Reuters tidak dapat menentukan mengapa Fenech tidak menyerahkan cek itu ke bank lain setelah Noor mengembalikan dana itu pada dia.
Fenech menolak mengatakan apakah dia pemilik 17 Black saat Reuters merilis berita itu pada November 2018. Dua cek atas namanya merupakan bukti dokumen pertama yang menghubungkan dia dengan perusahaan tersebut. Pengacaranya belum memberikan respon atas permintaan komentar tentang dua cek tersebut.
Delapan bulan sebelum kematiannya, Caruana Galizia menulis di blognya tentang 17 Black. Dia menuduh perusahaan itu terkait para politisi Malta, tapi tak ada bukti yang muncul untuk mendukung dugaannya.
(sfn)