15 Tahun, Ratusan Korban Tsunami Thailand Belum Diidentifikasi

Selasa, 17 Desember 2019 - 06:01 WIB
15 Tahun, Ratusan Korban...
15 Tahun, Ratusan Korban Tsunami Thailand Belum Diidentifikasi
A A A
BANGKOK - Lima belas tahun setelah tsunami Samudera Hindia menewaskan lebih dari 230.000 orang pada 2004, satu kontainer di kantor polisi di Thailand selatan menjadi bukti ratusan korban yang jasadnya tak pernah teridentifikasi.

Di dalam kontainer itu berisi benda-benda pribadi seperti dompet, dokumen, barang elektronik, yang semua disimpan dalam kantong dan diberi label sebagai bukti, dengan harapan kepolisian suati hari nanti dapat memberi nama dan tempat peristirahatan yang lebih baik untuk mereka yang dikuburkan secara massal di lokasi terdekat. Kuburan massal itu pun hanya ditandai dengan nomor.

"Masih ada banyak keluarga korban, baik dekat dan jauh, yang berharap menemukan kerabat mereka yang hilang," papar Kolonel Khemmarin Hassini, deputi komandan kepolisian di Takua Pa, salah satu wilayah yang terkena dampak terburuk tsunami.

Dipicu gempa bumi berkekuatan 9,1 Skala Richter (SR), tsunami itu menewaskan lebih dari 230.000 orang saat gelombang setinggi 17,4 meter menerjang pantai di lebih dari sepuluh negara. Gelombang tsunami itu pun menghapus sebagian komunitas dari peta hanya dalam beberapa detik.

Di Thailand, lebih dari 5.000 orang tewas. Unit Identifikasi Korban Bencana (DVI) yang melibatkan kepolisian dan pakar forensik dari 30 negara dapat mengidentifikasi lebih dari 3.600 jasad dalam waktu kurang dari dua tahun. Ini menjadi proyek terbesar dan paling sukses untuk proses identifikasi jenazah.

Kolonel Khemmarin menajdi bagian dari tim internasional itu tapi dia menyatakan, "15 tahun kemudian banyak saluran komunikasi yang telah terputus."

"Jika kita cukup bertekad dan mengaktifkan lagi operasi kita sekali lagi, saya pikir sekitar 340 jasad yang belum teridentifikasi dapat diidentifikasi," kata dia di kota Takua Pa.

Hin Temna, 76, yang tinggal dekat desa Ban Nam Khem, kehilangan tujuh anggota keluarga dan putri tertuanya masih hilang. Mereka termasuk lebih dari 1.500 orang dari desa itu yang tewas akibat tsunami. "Tidak perlu lagi berharap bahwa saya akan menemukan putri saya. Saya pikir kita tidak akan menemukannya," papar Hin Temna.
(sfn)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
25 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
1 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
1 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
2 jam yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
11 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
12 jam yang lalu
Infografis
Dianggap Punah Ratusan...
Dianggap Punah Ratusan Tahun, Paus Sei Raksasa Terlihat Lagi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved