Utusan AS: Korut Berkomentar Bermusuhan dan Tak Perlu
Senin, 16 Desember 2019 - 10:51 WIB
Utusan AS: Korut Berkomentar Bermusuhan dan Tak Perlu
A
A
A
SEOUL - Utusan penting Amerika Serikat (AS) dalam pembicaraan dengan Korea Utara (Korut) pada hari Senin (16/12/2019) mengecam tuntutan Pyongyang sebagai komentar bermusuhan dan tidak perlu ketika tenggat waktu perundingan denuklirisasi semakin dekat. Namun, Washington mengklaim tetap membuka pintu untuk negosiasi baru.
Korea Utara bersikeras bahwa Washington harus menawarkan konsesi baru pada akhir 2019 dengan proses sebagian besar menemui jalan buntu sejak runtuhnya pertemuan puncak atau KTT di Hanoi pada Februari.
Pyongyang telah mengeluarkan serangkaian deklarasi yang semakin melengking dalam beberapa pekan terakhir. "Kami telah mendengar semuanya," kata utusan khusus AS Stephen Biegun kepada wartawan di Seoul.
"Sangat disesalkan bahwa nada pernyataan ini terhadap Amerika Serikat, Republik Korea, Jepang dan teman-teman kita di Eropa telah begitu bermusuhan dan negatif dan sangat tidak perlu," ujarnya, seperti dikutip AFP.
"AS tidak memiliki tenggat waktu, kami memiliki tujuan," imbuh Biegun.
Pyongyang telah mengatakan bahwa jika Washington gagal untuk membuat konsesi yang dapat diterima, maka Korut akan mengadopsi apa yang mereka sebut "cara baru". Namun, sejauh ini negara yang dipimpin Kim Jong-un itu tidak merinci "cara baru" seperti apa untuk menundukkan Washington dalam negosiasi denuklirisasi.
Rezim Kim Jong-un telah melakukan serangkaian uji coba senjata di fasilitas roket Sohae bulan ini. Beberapa senjata yang diuji coba digambarkan oleh Jepang sebagai rudal balistik yang dilarang diuji coba oleh Pyongyang di bawah sanksi PBB. .
"AS sepenuhnya menyadari potensi kuat bagi Korea Utara untuk melakukan provokasi besar pada hari-hari mendatang," kata Biegun.
"Untuk sedikitnya, tindakan seperti itu akan sangat tidak membantu dalam mencapai perdamaian abadi di semenanjung Korea," imbuh diplomat Amerika tersebut.
"Kepada rekan-rekan kami di Korea Utara; sudah saatnya bagi kami untuk melakukan pekerjaan kami. Mari kita selesaikan ini. Kami di sini dan Anda tahu bagaimana menghubungi kami."
Korea Utara bersikeras bahwa Washington harus menawarkan konsesi baru pada akhir 2019 dengan proses sebagian besar menemui jalan buntu sejak runtuhnya pertemuan puncak atau KTT di Hanoi pada Februari.
Pyongyang telah mengeluarkan serangkaian deklarasi yang semakin melengking dalam beberapa pekan terakhir. "Kami telah mendengar semuanya," kata utusan khusus AS Stephen Biegun kepada wartawan di Seoul.
"Sangat disesalkan bahwa nada pernyataan ini terhadap Amerika Serikat, Republik Korea, Jepang dan teman-teman kita di Eropa telah begitu bermusuhan dan negatif dan sangat tidak perlu," ujarnya, seperti dikutip AFP.
"AS tidak memiliki tenggat waktu, kami memiliki tujuan," imbuh Biegun.
Pyongyang telah mengatakan bahwa jika Washington gagal untuk membuat konsesi yang dapat diterima, maka Korut akan mengadopsi apa yang mereka sebut "cara baru". Namun, sejauh ini negara yang dipimpin Kim Jong-un itu tidak merinci "cara baru" seperti apa untuk menundukkan Washington dalam negosiasi denuklirisasi.
Rezim Kim Jong-un telah melakukan serangkaian uji coba senjata di fasilitas roket Sohae bulan ini. Beberapa senjata yang diuji coba digambarkan oleh Jepang sebagai rudal balistik yang dilarang diuji coba oleh Pyongyang di bawah sanksi PBB. .
"AS sepenuhnya menyadari potensi kuat bagi Korea Utara untuk melakukan provokasi besar pada hari-hari mendatang," kata Biegun.
"Untuk sedikitnya, tindakan seperti itu akan sangat tidak membantu dalam mencapai perdamaian abadi di semenanjung Korea," imbuh diplomat Amerika tersebut.
"Kepada rekan-rekan kami di Korea Utara; sudah saatnya bagi kami untuk melakukan pekerjaan kami. Mari kita selesaikan ini. Kami di sini dan Anda tahu bagaimana menghubungi kami."
(mas)