Turki Masukkan Mantan Politisi Palestina Dahlan di Daftar Buronan
Jum'at, 13 Desember 2019 - 23:15 WIB
Turki Masukkan Mantan Politisi Palestina Dahlan di Daftar Buronan
A
A
A
ANKARA - Turki menambahkan politisi Palestina Mohammed Dahlan dalam "daftar merah" tersangka terorisme paling diburu. Turki menawarkan hadiah hingga USD1,75 juta (Rp24,5 miliar) untuk informasi yang dapat membawa penangkapannya.
"Surat perintah penahanan itu dikeluarkan untuk Dahlan dalam tuduhan berperan dalam upaya kudeta di Turki pada 2016, berupaya mengubah perintah konstitusional dengan kekuatan, dan berbagai dakwaan terkait mata-mata," papar pernyataan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Turki, dilansir Reuters.
Dahlan yang kini di pengasingan itu juga menjadi pengkritik Presiden Turki Tayyip Erdogan.
Turki menuduh ulama yang tinggal di Amerika Serikat (AS) Fethullah Gulen dan para pengikutnya melancarkan upaya kudeta yang gagal pada Juli 2016, saat para tentara menggunakan pesawat tempur, tank dan helikopter untuk merebut kekuasaan dari Erdogan hingga menewaskan sekitar 250 orang.
Dahlan tinggal di Uni Emirat Arab (UEA) sejak dia keluar dari wilayah Palestina pada 2011 setelah berselisih dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Dia merupakan mantan anggota komite sentral Partai Fatah yang dipimpin Abbas. Dia menjadi musuh Hamas yang kini berkuasa di Jalur Gaza.
Otoritas Turki telah memecat dan menahan ribuan orang yang dituduh terkait kudeta yang gagal tersebut. Berbagai kelompok hak asasi manusia (HAM) menyoroti perlakuan yang dialami para tahanan politik tersebut.
"Surat perintah penahanan itu dikeluarkan untuk Dahlan dalam tuduhan berperan dalam upaya kudeta di Turki pada 2016, berupaya mengubah perintah konstitusional dengan kekuatan, dan berbagai dakwaan terkait mata-mata," papar pernyataan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Turki, dilansir Reuters.
Dahlan yang kini di pengasingan itu juga menjadi pengkritik Presiden Turki Tayyip Erdogan.
Turki menuduh ulama yang tinggal di Amerika Serikat (AS) Fethullah Gulen dan para pengikutnya melancarkan upaya kudeta yang gagal pada Juli 2016, saat para tentara menggunakan pesawat tempur, tank dan helikopter untuk merebut kekuasaan dari Erdogan hingga menewaskan sekitar 250 orang.
Dahlan tinggal di Uni Emirat Arab (UEA) sejak dia keluar dari wilayah Palestina pada 2011 setelah berselisih dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Dia merupakan mantan anggota komite sentral Partai Fatah yang dipimpin Abbas. Dia menjadi musuh Hamas yang kini berkuasa di Jalur Gaza.
Otoritas Turki telah memecat dan menahan ribuan orang yang dituduh terkait kudeta yang gagal tersebut. Berbagai kelompok hak asasi manusia (HAM) menyoroti perlakuan yang dialami para tahanan politik tersebut.
(sfn)