Lavrov: Sanksi AS Penyebab Terjadinya Kekacauan di Iran

Minggu, 08 Desember 2019 - 21:22 WIB
Lavrov: Sanksi AS Penyebab...
Lavrov: Sanksi AS Penyebab Terjadinya Kekacauan di Iran
A A A
MOSKOW - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyalahkan kekacauan baru-baru ini di Iran pada sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) terhadap terhadap Teheran. AS mulai kembali menjatuhkan sanksi terhadap Iran, setelah Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015.

"Masalah di Iran sangat serius, sebagian besar karena sanksi AS yang dijatuhkan pada negara itu benar-benar ilegal, karena Amerika menarik diri dari perjanjian nuklir Iran dan berusaha untuk membuat orang lain menerapkannya," katanya saat berbicara di Dialog Mediterania (MED) di Roma, Italia.

Lavrov, seperti dilansir PressTV pada Minggu (8/12/2019), kemudian mencatat bahwa skema AS, yang dimaksudkan untuk memprovokasi keputusan publik di Iran, juga digunakan di Venezuela.

"Jika AS ingin melumpuhkan Iran secara ekonomi dan memicu ketidakpuasan masyarakat, kami melihat skema semacam itu digunakan di Venezuela. Itu adalah sebuah pola," ungkapnya.

Pada Mei 2018, AS memutuskan untuk mundur Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), nama resmi kesepakatan nuklir, yang telah disahkan oleh Resolusi 2231 Dewan Keamanan (DK) PBB.

Sejak itu, pemerintahan Presiden AS, Donald Trump mengeluarkan sanksi "terberat" terhadap Teheran, terutama menargetkan ekspor minyak utamanya.

Pada pertengahan November, pemerintah Iran memberlakukan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) untuk mencegah negara menjadi terlalu bergantung pada impor BBBM di masa depan, di tengah sanksi ekonomi AS.

Langkah ini memicu protes di sejumlah kota yang sebagian besar berjalan damai, tetapi berubah menjadi kekerasan ketika demonstran bersenjata mengambil keuntungan dari situasi tersebut untuk merusak properti publik dan negara, dan menyerang warga sipil dan pasukan keamanan.

Teheran sendiri mengatakan mereka menemukan banuyak demonstran yang memiliki hubungan dengan agen mata-mata AS serta kelompok-kelompok teroris, kaum royalis dan separatis.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
48 menit yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
1 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
2 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
4 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved