Ketika Eks Budak Seks ISIS Dikonfrontasikan dengan Pemerkosanya

Senin, 02 Desember 2019 - 10:14 WIB
Ketika Eks Budak Seks...
Ketika Eks Budak Seks ISIS Dikonfrontasikan dengan Pemerkosanya
A A A
BAGHDAD - Seorang wanita Yazidi yang pernah dijadikan budak seks oleh kelompok ISIS dikonfrontasikan dengan militan ISIS yang memerkosanya. Konfrontasi terbuka difasilitasi badan intelijen Irak dan rekamannya disiarkan stasiun televisi Irak tadi malam.

Wanita bernama Ashwaq Hajji Hameed ini sebenarnya sudah melarikan diri ke Jerman untuk memulai hidup baru. Namun, di negara suaka itu dia justru bertemu militan ISIS yang pernah memerkosanya di sebuah jalan. Kejadian itu membuatnya memilih kembali ke Irak.

Ashwaq Hajji Hameed telah diculik, dijual sebagai budak dan dianiaya pada usia 14 tahun. Pada tahun lalu, dia mengungkapkan bahwa pemerkosanya, Abu Humam, juga mengungsi ke Jerman dan mereka bertemu di jalan.

Abu Humam saat itu menghentikannya di jalan di Stuttgart dan mengatakan bahwa dia tahu di mana wanita itu tinggal. Kejadian itu membuat Ashwaq memilih meninggalkan Jerman karena merasa lebih baik tinggal di kamp pengungsian di Irak bersama ayahnya.

Pada konfrontasi dramatis, Ashwaq dengan marah meminta Abu Humam mengangkat kepalanya dan menatap matanya.

Tetapi militan ISIS yang pengecut itu tidak berani. Ashwaq yang emosi bertanya kepada si pemerkosa tersebut; "Mengapa Anda melakukan itu pada saya?".

Terkejut oleh pertemuan itu, Ashwaq jatuh ke lantai. Dalam rekaman video klip yang telah menyebar di media sosial tersebut, Ashwaq mengatakan; “Angkat kepala Anda. Mengapa Anda melakukan itu pada saya? Mengapa? Karena saya Yazidi?"

“Saya berumur 14 tahun ketika Anda memperkosa saya. Angkat kepala Anda," teriak Ashwaq.

"Apakah Anda mempunyai saudara perempuan? Apakah Anda punya perasaan? Apakah Anda punya kehormatan? Saya berumur 14 tahun. Usia putri Anda! Usia anak Anda! Usia saudara Anda!"

"Anda telah menghancurkan hidup saya. Anda mengambil semuanya dari saya. Semua yang saya impikan," lanjut Ashwaq, seperti dikutip news.com.au, Senin (2/12/2019).

"Tapi sekarang Anda tahu apa itu siksaan, bagaimana rasanya disiksa, apa itu kesepian. Jika Anda memiliki perasaan, Anda tidak akan memerkosa saya ketika saya berusia 14 tahun," imbuh dia. "Saya adalah usia putra Anda, usia putri Anda."

Penahanan militan ISIS itu diharapkan bisa mengobati derita Ashwaq. Belum jelas bagaimana anggota ISIS itu bisa dipenjara di Irak.

Tetapi otoritas Jerman sebelumnya telah berjanji untuk melakukan penyelidikan setelah Ashwaq mengungkapkan bahwa dia telah bertemu dengan militan ISIS yang memerkosanya di Stuttgart.

Pada tahun 2018, wanita Yazidi itu berbicara dalam video Facebook, yang mana dia mengatakan bahwa dia telah melihat Abu Humam pada tahun 2016 dan kemudian bertemu lagi dua tahun kemudian di Schwäbisch Gmünd di Jerman barat daya.

Dia memberi tahu polisi dan petugas suaka tentang pertemuan itu. Meskipun para petugas telah mengidentifikasi pria itu dari CCTV, mereka mengaku tidak ada yang bisa mereka lakukan karena pria itu juga terdaftar sebagai pengungsi.

Dalam serangan terhadap etnik Yazidi Irak tahun 2014 yang oleh PBB dikategorikan sebagai genosida, ISIS menyerbu wilayah Sinjar di Irak, wilayah yang jadi rumah bagi ratusan ribu orang Yazidi. Di wilayah itulah kelompok teroris ini membantai ribuan orang dan memperbudak para wanita.
(mas)
Berita Terkait
Wanita ISIS Ini Jadikan...
Wanita ISIS Ini Jadikan Perempuan Yazidi Budak, Dorong Suami untuk Memerkosanya
Enam Tahun Pasca Serangan...
Enam Tahun Pasca Serangan ISIS, Nasib Kaum Yazidi Masih Belum Jelas
Irak Setop Tayangan...
Irak Setop Tayangan Prank Berbau Aksi Teror
Bom Sepeda Motor Tewaskan...
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak, Diduga Dilakukan ISIS
Pengadilan Jerman Adili...
Pengadilan Jerman Adili Anggota ISIS Atas Dakwaan Genosida Yazidi
ISIS Masih Kuat, NATO...
ISIS Masih Kuat, NATO akan Kirim 3.500 Pasukan Tambahan ke Irak
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
4 jam yang lalu
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
5 jam yang lalu
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
5 jam yang lalu
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
7 jam yang lalu
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved