Taliban Siap Lanjutkan Pembicaraan Damai dengan AS

Sabtu, 30 November 2019 - 01:38 WIB
Taliban Siap Lanjutkan...
Taliban Siap Lanjutkan Pembicaraan Damai dengan AS
A A A
KABUL - Taliban menyatakan kesiapannya untuk memulai kembali perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini dikeluarkan sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia yakin kelompok radikal itu akan menyetujui gencatan senjata saat mengunjungi pasukan AS di Afghanistan.

Juru bicara kelompok gerilyawan garis keras itu, Zabihullah Mujahid mengatakan, mereka siap untuk memulai kembali perundingan.

"Sikap kami masih sama. Jika pembicaraan damai dimulai, itu akan dilanjutkan dari tahap di mana ia berhenti," kata Mujahid seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (30/11/2019).

Para pemimpin Taliban mengatakan kepada Reuters bahwa kelompok itu telah mengadakan pertemuan dengan para pejabat senior AS di Doha sejak akhir pekan lalu. Mereka menambahkan bahwa mereka dapat segera melanjutkan pembicaraan damai secara formal.

"Kami berharap bahwa kunjungan Trump ke Afghanistan akan membuktikan bahwa ia serius untuk memulai pembicaraan lagi. Kami tidak berpikir ia tidak punya banyak pilihan," kata seorang komandan senior Taliban dengan syarat anonim.

Sebelumnya, saat melakukan kunjungan kejutan untuk merayakan Hari Thanksgiving dengan pasukan Amerika di Afghanistan, Trump mengatakan AS telah membuka kembali pembicaraan damai dengan Taliban.

"Taliban ingin membuat kesepakatan dan kami akan bertemu dengan mereka," kata Trump kepada wartawan setelah tiba di Afghanistan pada hari Kamis.

"Kami mengatakan itu harus gencatan senjata dan mereka tidak ingin melakukan gencatan senjata dan sekarang mereka ingin melakukan gencatan senjata, saya percaya. Mungkin akan berhasil seperti itu," katanya.

Trump membatalkan negosiasi damai pada bulan September setelah kelompok militan mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Kabul yang menewaskan 12 orang, termasuk seorang prajurit Amerika. (Baca: Trump Sebut Pembicaraan Damai dengan Taliban Telah Dilanjutkan )

Trump tidak menjawab pertanyaan wartawan ketika ia kembali pada hari Jumat pagi ke Florida, di mana ia menghabiskan liburan akhir pekan Thanksgiving jauh dari Washington.

Saat ini ada sekitar 13.000 pasukan AS dan juga ribuan pasukan NATO lainnya di Afghanistan, 18 tahun setelah koalisi yang dipimpin AS menyerang negara itu setelah serangan 11 September 2001 yang dilakukan al-Qaeda.

Sekitar 2.400 anggota militer AS tewas dalam konflik di Afghanistan.

Sebuah rancangan kesepakatan yang disepakati pada bulan September akan membuat ribuan pasukan Amerika ditarik dengan imbalan jaminan bahwa Afghanistan tidak akan digunakan sebagai pangkalan kelompok militan untuk melancarkan serangan terhadap AS atau sekutunya.

Namun, banyak pejabat AS yang meragukan Taliban dapat diandalkan untuk mencegah al-Qaeda merencanakan serangan terhadap AS dari tanah Afghanistan.
(ian)
Berita Terkait
Taliban dan Gagalnya...
Taliban dan Gagalnya Amerika Serikat Membangun Negara Boneka di Afghanistan
Iran: Pengusiran Amerika...
Iran: Pengusiran Amerika Serikat dari Afghanistan 'Memalukan'
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
China: Mesin-mesin Perang...
China: Mesin-mesin Perang Amerika Serikat Jadi Taman Bermain Taliban
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
Amerika Serikat Kirim...
Amerika Serikat Kirim Pesawat Pembom untuk Setop Kemajuan Taliban
Berita Terkini
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
2 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
3 jam yang lalu
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
4 jam yang lalu
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
4 jam yang lalu
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
5 jam yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved