Malta Tolak Ampuni Pebisnis Fenech Terkait Pembunuhan Jurnalis
Jum'at, 29 November 2019 - 18:01 WIB
Malta Tolak Ampuni Pebisnis Fenech Terkait Pembunuhan Jurnalis
A
A
A
VALLETTA - Pemerintah Malta menolak permintaan kebal hukum dari pebisnis Yorgen Fenech yang diduga terkait pembunuhan jurnalis investigasi Daphne Caruana Galizia pada 2017.
Yorgen Fenech ditahan di atas kapal yacht yang sedang meninggalkan Malta sepekan lalu. Selama pemeriksaan, dia menyebut mantan Kepala Staf pemerintahan Malta Keith Schembri terkait rencana pembunuhan itu.
Pada Kamis (28/11) malam, Fenech muncul di pengadilan dengan pengawalan ketat kepolisian untuk mengajukan aplikasi konstitusional yang meminta Presiden George Vella mengabulkan permintaan ampunan dengan dalih konflik kepentingan.
Dalam surat untuk presiden, pengacara Fenech menjelaskan kliennya akan memberikan informasi terkait Schembri dan mantan Menteri Pariwisata Konrad Mizzi yang mundur pada Selasa (26/11) serta mantan Menteri Ekonomi Chris Cardona yang berhenti menjalankan tugas atas inisiatif sendiri.
Pengadilan mempertimbangkan kasus itu pada Jumat (29/11) siang. "Saya serahkan ini pada presiden untuk memutuskan manfaat konstitusional dari surat ini," papar Perdana Menteri (PM) Malta Joseph Muscat yang menambahkan, Kejaksaan Agung dan kepolisian menasehati pemerintah bahwa tak ada alasan memberikan ampunan tersebut.
Kepolisian Malta mengumumkan, Schembri yang ditahan pada Senin (25/11) malam telah dibebaskan dan tak lagi dianggap sebagai orang yang terkait investigasi. Pembebasannya memicu kemarahan demonstran yang menunggu di luar kantor PM. Demonstran menuduh pemerintah berupaya menutupi pembunuhan Caruana Galizia dengan bom mobil dekat rumahnya.
Yorgen Fenech ditahan di atas kapal yacht yang sedang meninggalkan Malta sepekan lalu. Selama pemeriksaan, dia menyebut mantan Kepala Staf pemerintahan Malta Keith Schembri terkait rencana pembunuhan itu.
Pada Kamis (28/11) malam, Fenech muncul di pengadilan dengan pengawalan ketat kepolisian untuk mengajukan aplikasi konstitusional yang meminta Presiden George Vella mengabulkan permintaan ampunan dengan dalih konflik kepentingan.
Dalam surat untuk presiden, pengacara Fenech menjelaskan kliennya akan memberikan informasi terkait Schembri dan mantan Menteri Pariwisata Konrad Mizzi yang mundur pada Selasa (26/11) serta mantan Menteri Ekonomi Chris Cardona yang berhenti menjalankan tugas atas inisiatif sendiri.
Pengadilan mempertimbangkan kasus itu pada Jumat (29/11) siang. "Saya serahkan ini pada presiden untuk memutuskan manfaat konstitusional dari surat ini," papar Perdana Menteri (PM) Malta Joseph Muscat yang menambahkan, Kejaksaan Agung dan kepolisian menasehati pemerintah bahwa tak ada alasan memberikan ampunan tersebut.
Kepolisian Malta mengumumkan, Schembri yang ditahan pada Senin (25/11) malam telah dibebaskan dan tak lagi dianggap sebagai orang yang terkait investigasi. Pembebasannya memicu kemarahan demonstran yang menunggu di luar kantor PM. Demonstran menuduh pemerintah berupaya menutupi pembunuhan Caruana Galizia dengan bom mobil dekat rumahnya.
(sfn)