China: Kapal Perang AS di Laut China Selatan Merusak Perdamaian!

Jum'at, 29 November 2019 - 09:45 WIB
China: Kapal Perang...
China: Kapal Perang AS di Laut China Selatan Merusak Perdamaian!
A A A
BEIJING - Pemerintah China mengecam keras pengiriman kapal perang Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan. Menurut Beijing, kehadiran kapal tersebut telah merusak perdamaian regional.

"Tindakan kapal perang AS di Laut China Selatan merusak perdamaian regional dan sangat memprovokasi," kecam juru bicara Kementerian Pertahanan China, Ren Guoqiang, dalam konferensi pers di Beijing, hari Kamis yang dilansir Xinhua, Jumat (29/11/2019).

Pada 20 November, kapal perang USS Gabrielle Giffords milik Angkatan Laut AS dengan sengaja memasuki perairan yang berdekatan dengan beberapa pulau dan terumbu karang di Kepulauan Nansha tanpa izin pemerintah China. Pada 21 November pagi hari, kapal perusak USS Wayne Me Meyer memasuki perairan teritorial Kepulauan Xisha juga tanpa izin China.

Ren mengatakan pengiriman kedua kapal perang itu sebagai tindakan provokasi yang sangat berbahaya. "Amerika Serikat adalah pelanggar hukum dan aturan internasional, pengganggu perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan!," katanya.

"Penghancur kehidupan dan keselamatan prajurit garis depan baik China maupun Amerika, dan pembuat masalah bagi hubungan China-AS dan ikatan militer. Tentara China akan selalu mengambil cara yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, dan menjaga stabilitas dan perdamaian di Laut China Selatan," kata Ren.

Baru-baru ini, Menteri Pertahanan kedua negara bertemu di forum pertemuan para Menteri Pertahanan di Bangkok, Thailand. Ren mengatakan ikatan militer Washington-Beijing secara umum tetap stabil.

"Kerja sama adalah satu-satunya pilihan yang tepat untuk China dan Amerika Serikat. Kami berharap pihak AS dapat bekerja ke arah pihak China, mematuhi orientasi keseluruhan non-konflik, non-konfrontasi, saling menghormati dan win-win cooperation, memperkuat strategi komunikasi, memperdalam kerja sama pragmatis dan menangani perbedaan dengan tepat untuk secara efektif membuat ikatan militer bilateral menjadi jangkar hubungan bilateral," papar Ren.

Pentagon selama ini bersikeras akan tetap melakukan patroli kapal perang dan pesawat tempur di perairan dan wilayah udara internasional di wilayah mana pun yang diperbolehkan hukum internasional.
(mas)
Berita Terkait
Militer China Usir Kapal...
Militer China Usir Kapal Perang AS dari Wilayah Sengketa Laut China Selatan
AS Kirim Dua Kapal Induk...
AS Kirim Dua Kapal Induk dan Kapal Perang ke LCS
Kapal Perusak AS Berlayar...
Kapal Perusak AS Berlayar Dekat Paracel, Langsung Diusir Militer China
China Usir Kapal Perang...
China Usir Kapal Perang AS Bersenjata Rudal dari Laut China Selatan
China Klaim Kapalnya...
China Klaim Kapalnya Usir Kapal Perang AS di Laut China Selatan
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
Berita Terkini
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
40 menit yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
2 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
3 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
3 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
4 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved