Sopir Truk Pembawa 39 Mayat Imigran Vietnam Mengaku Bersalah

Selasa, 26 November 2019 - 15:54 WIB
Sopir Truk Pembawa 39...
Sopir Truk Pembawa 39 Mayat Imigran Vietnam Mengaku Bersalah
A A A
LONDON - Sopir truk yang membawa 39 mayat imigran asal Vietnam mengaku bersalah karena berkonspirasi membantu imigran tanpa dokumen.

Maurice Robinson asal Irlandia Utara muncul melalui tautan video dari penjara dengan keamanan tinggi di London tenggara, Belmarsh, di Pengadilan Kriminal Pusat London. Ia mengaku bersalah atas dua dari 43 dakwaan yang dituduhkan kepadanya.

Robinsi dijerat 39 dakwaan pembunuhan, konspirasi perdagangan orang, konspirasi untuk membantu imigran ilegal dan pencucian uang.

Mengenakan kaus biru, Robinson mengaku bersalah berkonspirasi dengan orang lain karena melakukan pelanggaran dalam membantu imigran melanggar hukum.

Ia juga mengaku memperoleh properti kriminal yaitu uang tunai, yang dia tahu atau curigai, merupakan atau mewakili keuntungannya sendiri atau orang lain dari perilaku kriminal seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (26/11/2019).

Robinson sendiri tidak mengajukan pembelaan atas tuduhan lainnya, termasuk 39 tuduhan pembunuhan. Ia dijadwalkan muncul di pengadilan lagi pada 13 Desember mendatang. Belum diketahui kapan persidangan penuh akan digelar.

Delapan mayat wanita dan 31 pria ditemukan di sebuah kontainer berpendingin di sebuah kawasan industri di Grays, 32 kilometer sebelah timur London pada 23 Oktober. Lokasi tersebut tidak jauh dari dermaga di Sungai Thames.

Kontainer tersebut sebelumnya telah tiba dengan feri barang dari pelabuhan Zeebrugge, Belgia.

Dari jumlah itu, 20 korban berasal dari satu provinsi yaitu Nghe An di utara Vietnam, 200 km sebelah selatan dari Hanoi. Wilayah ini adalah wilayah miskin, di mana sumber pendapatan utama adalah memancing, bertani atau bekerja di pabrik.

Usia tertua dari para korban adalah 44 tahun dan sepuluh diantara para korban adalah remaja.

Banyak keluarga di wilayah itu berhutang ribuan dolar untuk mengirim anak-anak mereka ke Inggris, dengan harapan mereka akan mendapatkan pekerjaan yang baik dan mengirimkan uang untuk melunasi pinjaman. Kini mereka harus menambah hutang dalam memulangkan mayat orang yang mereka cintai.

Insiden ini telah mengungkapkan bahaya migrasi tidak berdokumen di Inggris, di mana warga negara Vietnam sering menemukan pekerjaan di salon kuku atau pertanian ganja ilegal.
(ian)
Berita Terkait
Derby Asia Tenggara...
Derby Asia Tenggara di Piala Asia 2023, Pakar Sepak Bola Inggris Jagokan Vietnam Kalahkan Indonesia
Tebak Skor, Media Inggris:...
Tebak Skor, Media Inggris: Timnas Indonesia vs Vietnam 2-1
Kapal Perang Inggris...
Kapal Perang Inggris Terobos Selat Taiwan Menuju Vietnam
Vietnam Konfirmasi Wabah...
Vietnam Konfirmasi Wabah Covid-19 Terbaru adalah Varian Inggris
Gempar, Pemimpin Komunis...
Gempar, Pemimpin Komunis Vietnam Makan Steak Lapis Emas Rp28 Juta Disuapi Salt Bae
Cegah Kematian Perdana...
Cegah Kematian Perdana Covid-19, Vietnam Bertekad Selamatkan Nyawa Pilot Inggris
Berita Terkini
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
52 menit yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
2 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
3 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
3 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
5 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
6 jam yang lalu
Infografis
Tak Seperti Indonesia,...
Tak Seperti Indonesia, Vietnam Pangkas PPN Sebesar 2%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved