Israel Tutup Masjid di Tepi Barat

Minggu, 24 November 2019 - 10:24 WIB
Israel Tutup Masjid...
Israel Tutup Masjid di Tepi Barat
A A A
RAMALLAH - Sumber-sumber di Palestina mengatakan bahwa pasukan Israel telah menutup Masjid Ibrahimi di kota selatan Hebron, Tepi Barat. Penutupan itu bertepatan dengan hari libur Yahudi yang membuat ribuan pemukim Israel berduyun-duyun ke kota.

Pasukan Israel juga menutup jalan utama menuju pasar pusat Hebron untuk memungkinkan pemukim Yahudi berbaris menuju situs bersejarah. Pasukan Israel memaksa pemilik toko Palestina di sepanjang jalan untuk tutup dan melarang warga Palestina beraktifitas di sekitar kota tua yang berada di bawah kendali Palestina.

Anggota Komite Pertahanan Hebron, Hisham Sharabati, menggambarkan pembatasan intensif Israel sebagai jam malam yang tidak diumumkan, dan merupakan pelanggaran signifikan terhadap kebebasan bergerak Palestina, hak-hak agama dan ekonomi.

"Penutupan Israel di daerah itu akan menyebabkan kerugian serius bagi para pedagang Palestina, karena pasar kota biasanya sangat sibuk pada hari Sabtu, dan itu telah menyebabkan kemacetan lalu lintas yang tak tertahankan," katanya.

"Israel menggunakan kekuatan militernya untuk memaksakan kontrol penuh atas situs keagamaan Palestina," imbuh Sharabati, merujuk pada Masjid Ibrahimi seperti dikutip dari Xinhua, Minggu (24/11/2019).

Para pemukim Yahudi telah berbondong-bondong ke Hebron sejak Jumat malam untuk menandai Chayei Sarah, atau liburan Sarah, akhir pekan ini dan diperkirakan akan tinggal di sekitar Masjid atau Gua Leluhur, yang merupakan situs bersejarah yang diyakini sebagai makam Nabi Ibrahim, istrinya Sarah dan putra-putranya.

Masjid Ibrahimi, juga dikenal sebagai Tempat Suci Abraham, berusia sekitar 1.000 tahun dan dianggap oleh umat Islam sebagai situs paling suci keempat, sementara Israel percaya situs itu adalah situs agama bersama tetapi telah lama memberlakukan pembatasan pada akses warga Palestina ke mesjid.

Pada Juli 2018, UNESCO mendeklarasikan kota tua Hebron sebagai situs yang terancam punah dalam pemungutan suara luar biasa, dengan mengatakan kota itu adalah situs Palestina yang membutuhkan perlindungan.

Setelah penandatanganan perjanjian Oslo antara Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Israel pada tahun 1993, perjanjian berikutnya tentang Hebron ditandatangani pada tahun 1997 yang membaginya menjadi dua bagian; H1, yang berada di bawah kendali Palestina, dan H2 di bawah kendali Israel.

Sejak itu, ketegangan telah meningkat antara warga Palestina dan Israel di kota tua, yang menyebabkan penurunan tajam populasi Palestina di sana dan secara bertahap membunuh kehidupan ekonomi dan wisata kota itu.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Pembunuhan Israel Terhadap...
Pembunuhan Israel Terhadap Warga Palestina Deklarasi Perang
Berita Terkini
Rudal Patriot AS Makan...
Rudal Patriot AS Makan Tuan: Gagal Cegat Misil Iran, Malah Hancurkan Bandara Kuwait
23 menit yang lalu
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
2 jam yang lalu
Siapa Bill Pulte? Direktur...
Siapa Bill Pulte? Direktur Intelijen Nasional AS yang Tak Pernah Jadi Agen Rahasia
3 jam yang lalu
7 Senjata yang Mengubah...
7 Senjata yang Mengubah Dunia pada Perang Dunia II, dari Supersonik hingga Bom Nuklir
4 jam yang lalu
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian AS dan Iran Tak Mungkin Terjadi, Teheran Akan Memiliki Senjata Nuklir
6 jam yang lalu
IRGC: Serangan Balasan...
IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
9 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved