Pemerintah Indonesia Tolak Klaim AS Soal Pemukiman Israel

Rabu, 20 November 2019 - 07:52 WIB
Pemerintah Indonesia...
Pemerintah Indonesia Tolak Klaim AS Soal Pemukiman Israel
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menolak klaim Amerika Serikat (AS) yang menyatakan pemukiman Israel di Tepi Barat, Palestina, tidak bertentangan dengan hukum internasional. Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan aktivitas itu tidak dapat dibenarkan secara hukum dan dipandang ilegal.

“Kami tidak dapat menerimanya karena pemukiman Israel di kawasan Palestina berlawanan dengan hukum internasional dan seluruh resolusi Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB),” ujar Retno di Jakarta, kemarin. “Kami akan berkonsultasi mengingat isu Palestina kian hari kian suram,” tambahnya.

Konflik antara Palestina dan Israel, lanjut Retno, tidak berkembang positif menyusul adanya intervensi dari berbagai pihak yang melemahkan negosiasi. Sebelumnya, AS juga mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, memindahkan perwakilan diplomatik menuju Yerusalem, dan berhenti membantu rakyat Palestina.

“Lalu apa yang tersisa yang dapat dinegosiasikan? Ini yang membuat kami khawatir,” tandas Retno. Senada dengan Retno, pemerintah Palestina, kelompok hak asasi manusia (HAM), politisi, dan rakyat Palestina menolak keras dukungan Pemerintah AS terhadap pemukiman Israel dan menilai AS tidak konsisten.

Juru Bicara (Jubir) Kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeinah, juga mengatakan keputusan AS itu berlawanan dengan hukum internasional. “Washington tidak memiliki otoritas untuk membatalkan resolusi hukum internasional dan tidak berhak melegalisasi pemukiman Israel,” kata Rudeinah, dilansir Aljazeera.

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, Hanan Ashrawi yang juga negosiator senior Palestina mengatakan langkah yang diambil AS merusak tatanan hukum, keadilan, dan perdamaian dunia. Menlu Yordania, Ayman Safadi, juga menilai keputusan tersebut akan merusak prospek proses perdamaian.

“Pemukiman Israel di wilayah Palestina sangat jelas ilegal dan telah menghambat solusi dua negara yang dianggap negara Arab sebagai satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik itu,” kata Safadi. Lebih dari 600.000 warga Israel tinggal di pemukiman ilegal di Tepi Barat yang juga dihuni tiga juta warga Palestina.
(don)
Berita Terkait
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Pendudukan Kembali Gaza...
Pendudukan Kembali Gaza Pascaperang Israel-Hamas Ditolak Amerika Serikat
Kenapa Presiden Amerika...
Kenapa Presiden Amerika Serikat Selalu Pro-Israel?
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Berita Terkini
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
29 menit yang lalu
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
1 jam yang lalu
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
2 jam yang lalu
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
3 jam yang lalu
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
4 jam yang lalu
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved