Rusia dan Saudi Bahas Pengiriman Sistem Rudal S-400 ke Riyadh

Senin, 18 November 2019 - 13:22 WIB
Rusia dan Saudi Bahas...
Rusia dan Saudi Bahas Pengiriman Sistem Rudal S-400 ke Riyadh
A A A
MOSKOW - Rusia dan Arab Saudi sedang mendiskusikan persyaratan untuk pengiriman sistem pertahanan rudal S-400 Moskow ke Kerajaan. Moskow dan Riyadh telah menandatangani kontrak pembelian senjata pertahanan canggih itu pada tahun 2017, namun pengiriman belum terealisasi.

"Sebuah kontrak ditandatangani dengan Arab Saudi untuk memasok sistem pertahanan udara S-400 Triumph pada 2017. Kami saat ini sedang mendiskusikan persyaratan yang memuaskan kedua belah pihak dengan mitra kami untuk mulai menerapkan kontrak ini," bunyi pernyataan Layanan Pers Kerja Sama Militer-Teknis Rusia yang dikutip Sputniknews hari Minggu (17/11/2019).

Pernyataan itu juga menyatakan ada kemungkinan membuat sistem pertahanan udara nasional untuk Arab Saudi menggunakan sistem Rusia lainnya. "Kami sedang mendiskusikan dengan Arab Saudi rencana awal untuk kemungkinan pengembangan sistem pertahanan udara nasional menggunakan sistem Rusia," imbuh pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia siap membantu Arab Saudi melindungi negara jika kepemimpinannya memutuskan untuk membeli senjata Rusia.

Kesepakatan Moskow untuk memasok sistem pertahanan rudal S-400 kepada Riyadh tercapai tahun 2017, tetapi belum ada pengiriman hingga kini. Pada bulan Februari 2018, Duta Besar Arab Saudi untuk Rusia menginformasikan bahwa negosiasi pengadaan telah memasuki tahap akhir, di mana kedua pihak membahas masalah teknis dan logistik.

Sekadar diketahui, kerajaan yang dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu mengandalkan sistem pertahanan rudal Patriot dan senjata Amerika Serikat (AS) lainnya untuk melindungi wilayahnya. Namun, sistem Patriot menjadi bulan-bulanan kritik asing baru-baru ini setelah gagal melindungi fasilitas minyak Aramco dari serangan rudal jelajah dan drone bersenjata 14 September lalu.

Washington menuduh serangan itu didalangi dan dilakukan Iran. Namun, Teheran membantahnya. Sedangkan kelompok pemberontak Houthi Yaman mengklaim bertanggungjawab, meskipun Arab Saudi tak percaya kelompok Houthi memiliki kemampuan sehebat itu.
(mas)
Berita Terkait
Kremlin Bantah Putin...
Kremlin Bantah Putin Terlibat Pertengkaran dengan MBS
Berkat Lobi MBS, Rusia...
Berkat Lobi MBS, Rusia Bebaskan 10 Tawanan Perang Asing
Negara-negara Anggota...
Negara-negara Anggota SCO yang Dipimpin China, Terbaru Arab Saudi
Rusia Sebut Tak Masalah...
Rusia Sebut Tak Masalah Pasok Sistem Rudal S-400 ke Iran
Disanksi AS karena Beli...
Disanksi AS karena Beli S-400 Rusia, Turki Dibela Iran
S-400 Rusia telah Dikirim...
S-400 Rusia telah Dikirim ke India, Amerika Serikat Marah-marah
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
6 menit yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
1 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
2 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
5 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
8 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
9 jam yang lalu
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved