Turki: Kami Beli S-400 untuk Dipakai, Bukan Hanya Dipajang

Sabtu, 16 November 2019 - 17:30 WIB
Turki: Kami Beli S-400...
Turki: Kami Beli S-400 untuk Dipakai, Bukan Hanya Dipajang
A A A
ANKARA - Kepala Direktorat Industri Pertahanan Turki Ismail Demir menegaskan negaranya membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia untuk digunakan, tidak untuk dipajang saja. Pernyataan itu muncul etelah perundingan antara Presiden Turki Tayyi Erdogan dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Erdogan dan Trump bertemu di Washington pada Rabu (13/11) untuk membahas perselisihan antara aliansi NATO tersebut, mulai dari kebijakan Suriah hingga ancaman sanksi AS karena Turki membeli S-400. AS menganggap sistem rudal itu ancaman bagi jet tempur F-35.

AS memperingatkan Turki akan mendapat sanksi karena membeli S-400 dan menghentikan Turki dari program pengembangan F-35. Turki saat ini juga menjadi konsumen dan salah satu manufaktur F-35 bersama negara lain. AS belum menerapkan sanksi apapun pada Turki yang telah menerima S-400 pada Juli.

Saat wawancara dengan CNN Turki, Demir menyatakan tidak masuk akal bagi negara manapun membeli sistem semacam itu hanya untuk dipajang atau tak digunakan. Menurut dia, Turki dan AS perlu mengatasi isu itu.

"Bukan pendekatan yang tepat untuk mengatakan, 'kami tidak akan menggunakannya demi mereka' tentang sistem yang kami beli karena kebutuhan dan bayar sangat mahal untuk itu. Kami memiliki hubungan aliansi dengan Rusia dan AS. Kami harus melanjutkan dan menghormati kesepakatan yang kami tandatangani," tutur Demir, dilansir Reuters.

Trump mendesak Erdogan di Gedung Putih untuk mencabut sistem S-400, tapi Erdogan mengatakan Turki tidak dapat merusak hubungannya dengan Rusia. Dia menegaskan kembali keinginan Turki membeli sistem pertahanan Patriot buatan AS sebagai tambahan bagi S-400.

Ajudan Erdogan menjelaskan, para pejabagt Turki dan AS mulai membahas mekanisme gabungan untuk evaluasi dampak S-400 pada F-35.

Demir menyatakan langkah itu menunjukkan melunaknya sikap AS. Dia menambahkan, Turki siap mengambil langkah yang akan mengatasi kekhawatiran AS terhadap S-400 setelah perundingan itu.

"Sebagai teman dan aliansi setia, kami katakan kami siap mengambil langkah jika ada risiko apapun yang kami lihat pada isu ini. Kami masih yakin dapat menemukan titik tengah pada isu S-400, selama kedua pihak terbuka," ujar Demir.
(sfn)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dipecundangi...
Amerika Serikat Dipecundangi Turki 2-3
Erdogan: Sanksi Amerika...
Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki
Erdogan: Turki Kirim...
Erdogan: Turki Kirim Peralatan Medis ke Amerika Serikat
9 Negara Sekutu Utama...
9 Negara Sekutu Utama Amerika Serikat di Timur Tengah
Erdogan: Gaza adalah...
Erdogan: Gaza adalah Tanah Palestina, Amerika Serikat Harus Menerimanya
Lawan COVID-19, Turki...
Lawan COVID-19, Turki Kirim Bantuan Peralatan Medis ke ASĀ 
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
34 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
1 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
5 jam yang lalu
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved