Ditembak Peluru Pelet di Bagian Mata, Ratusan Demonstran Chile Buta

Sabtu, 16 November 2019 - 08:29 WIB
Ditembak Peluru Pelet...
Ditembak Peluru Pelet di Bagian Mata, Ratusan Demonstran Chile Buta
A A A
SANTIAGO - Lebih dari 200 demonstran di Chile dilaporkan mengalami kebutaan sebagian dan total setelah terkena peluru pelet yang ditembakkan oleh agen keamanan negara. Kongres Nasional atau Parlemen telah tunduk pada permintaan utama demonstran yang menginginkan referendum tentang konstitusi baru.

Organisasi medis utama di negara itu, Medical College of Chile, mengumumkan pada hari Kamis bahwa lebih dari 200 orang kehilangan penglihatan—baik sebagian atau pun keseluruhan—karena ditembak peluru pelet.

Wakil presiden Medical College of Chile, Dr. Patricio Meza, mengatakan dari ratusan demonstran yang mengalami kebutaan, 50 orang di antaranya membutuhkan mata palsu.

"Ini berarti bahwa pasien tidak hanya kehilangan penglihatan mereka, tetapi mereka juga kehilangan mata mereka yang sebenarnya," katanya, seperti dikutip dari DW.com, Sabtu (16/11/2019).

Statistik tambahan dari organisasi media tersebut menunjukkan bahwa usia rata-rata korban adalah 30 tahun. Dalam sebagian besar kasus, luka para korban disebabkan oleh dampak timah atau proyektil karet pada mata mereka.

"Kami menghadapi krisis kesehatan yang nyata, keadaan darurat kesehatan mengingat bahwa dalam beberapa hari seperti itu, dalam tiga minggu, kami memiliki jumlah kasus tertinggi yang melibatkan komplikasi mata yang serius akibat tembakan di mata," ujar Meza.

"Polisi menembak pada 90 derajat, yang berarti, langsung ke wajah," imbuh Meza.

Referendum Konstitusi


Lebih dari 20 orang telah terbunuh dan 2.500 terluka sejak protes dimulai pada 18 Oktober 2019. Protes besar ini awalnya dipicu oleh demonstrasi mahasiswa atas kenaikan tarif kereta bawah tanah.

Namun, sejak itu protes berubah menjadi gerakan yang jauh lebih besar dan lebih luas, dengan daftar panjang tuntutan yang terkait dengan kesenjangan keuangan yang semakin melebar antara orang kaya dan orang kurang mampu di Chile. Warga menyerukan reformasi perawatan kesehatan, pendidikan, sistem pensiun, dan konstitusi negara.

Anggota parlemen di Kongres Nasional pada hari Kamis menyetujui jalan bagi konstitusi baru untuk menggantikan konstitusi saat ini yang disahkan oleh mantan junta militer Augusto Pinochet pada tahun 1980.

Referendum akan diadakan pada bulan April tentang apakah akan melanjutkan konstitusi saat ini atau menyusun konstitusi baru.
(mas)
Berita Terkait
Tak Ingin Mayat Korban...
Tak Ingin Mayat Korban Covid-19 di Jalanan, Chile Gali 2.000 Kuburan
Cara Kreatif Demonstran...
Cara Kreatif Demonstran Chili Lanjutkan Aksi di Saat Pandemi
Dari Protes ke Kotak...
Dari Protes ke Kotak Suara, Chile Gelar Referendum Rubah Konstitusi
100 Pengacara Chile...
100 Pengacara Chile Laporkan PM Netanyahu sebagai Penjahat Perang ke Mahkamah Internasional
Ratusan Mahasiswa di...
Ratusan Mahasiswa di Santiago Chili Demo Tuntut Fasilitas Pendidikan Lebih Baik
Demo Besar di Chile,...
Demo Besar di Chile, Gereja-gereja Dibakar
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
1 jam yang lalu
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
4 jam yang lalu
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
6 jam yang lalu
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
7 jam yang lalu
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
8 jam yang lalu
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
9 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved