Presiden Sementara Bolivia Ancam Adili Morales Jika Kembali

Sabtu, 16 November 2019 - 04:37 WIB
Presiden Sementara Bolivia...
Presiden Sementara Bolivia Ancam Adili Morales Jika Kembali
A A A
LA PAZ - Presiden sementara Bolivia, Jeanine Anez, menyatakan mantan presiden negara itu Evo Morales akan menghadapi persidangan jika ia kembali ke negara itu.

"Dia tahu dia harus menjawab keadilan. Ada kejahatan pemilu. Tidak ada yang mengusirnya, tapi ya, ada kebutuhan baginya untuk menanggapi kecurangan pemilu, selain banyak dugaan korupsi," kata Anez seperti dilansir dari Sputnik, Sabtu (16/11/2019).

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa negosiasi tentang pemilihan presiden baru terus berlanjut.

"Banyak dari mereka adalah orang-orang yang berkomitmen pada negara dan menyatakan keinginan untuk bersama-sama melaksanakan proses ini," ungkapnya.

Anez sebelumnya mengklaim bahwa Kementerian Luar Negeri Bolivia akan mengajukan protes resmi kepada pemerintah Meksiko karena memberikan suaka kepada mantan presiden Evo Morales.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Bolivia Karen Longaric menyatakan bahwa negaranya telah mengundurkan diri dari Aliansi Bolivarian untuk Rakyat Amerika Kita (ALBA) dan 80% duta besar yang diangkat selama periode Evo Morales dianggap telah dipilih karena alasan politik.

"Kami telah pensiun dari ALBA, oleh karena itu kami tidak tertarik sama sekali dalam skenario yang dia (Pary) miliki di Nikaragua," katanya, merujuk kepada manteri luar negeri Bolivia era Morales, Diego Pary.

Pernyataan Longaric datang setelah Pary, yang saat ini berada di Nikaragua, menyatakan bahwa ia akan terus bertugas sebagai Menteri Luar Negeri dan mengambil bagian dalam pertemuan Dewan Politik ALBA.

Morales terpaksa mengundurkan diri pada 10 November di bawah tekanan dari angkatan bersenjata, menyusul aksi protes keras menentang terpilihnya ia kembali. Sementara mantan presiden itu mengklaim kemenangan dalam pemilihan putaran pertama, yang diadakan pada 20 Oktober, oposisi bersikeras bahwa ada ketidakberesan dalam proses penghitungan suara, dengan Organisasi Negara-negara Amerika mengkonfirmasikan klaim tersebut. Meksiko, tempat Morales tinggal, berada di antara negara-negara yang menyebut peristiwa di Bolivia sebagai kudeta.

Setelah pengunduran diri Morales, anggota parlemen oposisi Jeanine Anez, yang adalah wakil ketua parlemen Bolivia, lantas menyatakan dirinya sebagai presiden sementara. Pada akhir 13 November, Anez menunjuk 11 menteri kabinet transisi untuk memastikan bahwa pekerjaan lembaga pemerintah berlanjut dan pemilihan umum berikutnya dapat diselenggarakan.

Kantor kejaksaan Bolivia mengumumkan setidaknya 10 orang telah tewas dalam protes massa sejak pemungutan suara bulan lalu, menambahkan para korban sebagian besar terbunuh karena senjata api.
(ian)
Berita Terkait
Presiden Bolivia Tuduh...
Presiden Bolivia Tuduh Elon Musk Terlibat Kudeta Bolivia
Hari Perempuan Bolivia...
Hari Perempuan Bolivia Dirayakan dengan Pagelaran Busana Napi Penjara Obrajes
Setahun di Pengasingan,...
Setahun di Pengasingan, Evo Morales Kembali ke Bolivia
Incar Cadangan Lithium,...
Incar Cadangan Lithium, Inggris Dilaporkan Dukung Kudeta Bolivia
Brasil Pesta Gol ke...
Brasil Pesta Gol ke Gawang Bolivia
Jet Tempur Bolivia Jatuh...
Jet Tempur Bolivia Jatuh Timpa Rumah Penduduk, Satu Tewas
Berita Terkini
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
35 menit yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
1 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
2 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
4 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
6 jam yang lalu
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved