Korut Tebar Ancaman, AS Bersumpah Pertahankan Korsel

Jum'at, 15 November 2019 - 00:47 WIB
Korut Tebar Ancaman,...
Korut Tebar Ancaman, AS Bersumpah Pertahankan Korsel
A A A
WASHINGTON - Seorang jenderal Amerika Serikat (AS) memperingatkan Korea Utara (Korut) bahwa Washington tidak akan ragu membawa pasukan militer penuh untuk membela sekutunya Korea Selatan (Korsel). Peringatan itu dikeluarkan menyusul ancaman Pyongyang tentang eskalasi atas pembicaraan denuklirisasi yang mandek.

Korut merilis pernyataan resmi pada Rabu yang mengatakan pihaknya merasa dikhianati oleh latihan militer bersama AS dan Korsel yang direncanakan, yang akan dilanjutkan meskipun Pyongyang berulang kali mengeluh.

Menanggapi hal itu, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Mark Milley memberi ancaman singkat kepada Pyongyang.

"AS siap untuk menggunakan kemampun militer AS sepenuhnya untuk mempertahankan Korsel dari segala agresi," ucap Milley seperti dikutip dari Newsweek, Jumat (15/11/2019).

Milley juga menekankan komitmen berkelanjutan AS untuk memberikan pencegahan yang panjang.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper yang berada di Korsel mengatakan ia akan mempertimbangkan untuk mengubah kegiatan militer AS di Korsel jika hal itu dapat membantu para pejabat menghidupkan kembali pembicaraan dengan Korut. Saat ini ada sekitar 25.000 tentara Amerika yang ditempatkan di Semenanjung Korea.

"Setiap langkah akan diambil dalam kolaborasi erat dengan mitra Korea kami, bukan sebagai konsesi untuk Korea Utara atau apa pun, tetapi sekali lagi, sebagai sarana untuk menjaga pintu terbuka bagi diplomasi," kata Esper kepada wartawan. (Baca: AS Isyaratkan Kurangi Intensitas Latihan Militer dengan Korsel )

Korut telah lama mengutuk latihan militer gabungan AS-Korsel, mengingat latihan itu dipandang untuk mempersiapkan diri guna menginvasi negara tertutup itu.

Dalam pertemuan dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura tahun lalu, Presiden AS Donald Trump setuju untuk membekukan semua latihan bersama dengan harapan mencapai kesepakatan denuklirisasi. Pentagon dan Korsel dikejutkan oleh pengumuman tersebut, karena tidak ada konsultasi sebelumnya tentang komitmen tersebut.

Latihan militer The 2018 Vigilant Ace termasuk di antara latihan yang dibatalkan. Pada tahun-tahun sebelumnya, latihan itu melibatkan ratusan pesawat AS dan Korsel. Tidak jelas berapa banyak yang akan dikerahkan dalam latihan mendatang.
(ian)
Berita Terkait
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Bersiap...
Korea Utara Bersiap Ledakkan Jalan-jalan Menuju Korea Selatan
AS Bersumpah Bela Korea...
AS Bersumpah Bela Korea Selatan Jika Terjadi Agresi Korea Utara
Anaknya Ditahan Korut,...
Anaknya Ditahan Korut, Ini Curhat Ibu Tentara AS
Berita Terkini
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
1 jam yang lalu
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
3 jam yang lalu
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
6 jam yang lalu
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
7 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
8 jam yang lalu
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved