Pakar Napoleon di Rusia Mutilasi Kekasihnya dengan Gergaji

Senin, 11 November 2019 - 10:36 WIB
Pakar Napoleon di Rusia...
Pakar Napoleon di Rusia Mutilasi Kekasihnya dengan Gergaji
A A A
MOSKOW - Seorang ahli terkemuka di Rusia yang mempelajari sejarah Napoleon Bonaparte telah membunuh dan memutilasi kekasihnya yang masih muda dengan gergaji. Dia bahkan membawa tas punggung berisi potongan jasad kekasihnya pada Sabtu pekan lalu.

Oleg Sokolov, seorang profesor sejarah berusia 63 tahun di Universitas Negeri Saint Petersburg, mengakui kesalahannya atas pembunuhan mengerikan terhadap Anastasia Yeshchenko, 24. Korban adalah mahasiswi yang juga kekasihnya. Pengakuan bersalah Sokolov disampaikan pengacaranya.

Para penyelidik polisi menemukan Sokolov di Sungai Moika yang dingin di Saint Petersburg, tempat ia berusaha membuang sisa-sisa jasad korban. Sang profesor dilaporkan jatuh ke sungai dalam kondisi mabuk sambil berpakaian seperti Napoleon.

Sokolov mengatakan kepada penyelidik bahwa dia telah menembak dan membunuh Yeshchenko selama pertengkaran. Dia, seperti dikutip media Rusia; 47 News, kemudian memotong-motong lengan dan kaki korban.

Polisi menemukan jasad Yeshchenko yang telah terpenggal dan gergaji berlumuran darah di rumahnya.

Sokolov menulis banyak buku tentang Napoleon Bonaparte dan merupakan anggota dari beberapa masyarakat bersejarah di Prancis. Orang-orang yang mengenalnya mengatakan bahwa dia adalah dosen berbakat tetapi eksentrik.

Profesor itu menyebut Yeshchenko dengan sebutan "Josephine", sebuah referensi pada istri pertama Napoleon. Sokolov juga suka disebut dengan panggilan "tuan".

Beberapa mahasiswa dari Saint Petersburg State University menyalahkan kampus. Mereka menuduh pihak kampus tidak mengindahkan keluhan tentang perilaku bermusuhan Sokolov.

"Mereka tidak memperhatikan hal-hal tertentu," kata Vasily Kunin, salah satu mahasiswa, seperti dikutip Fox News, Senin (11/11/2019). "Ada kebijakan untuk menghentikan semuanya."

Sementara itu, para penyelidik melakukan pencarian di Sungai Moika untuk menemukan sisa-sisa jasad Yeshchenko.

Sokolov saat ini dirawat di rumah sakit karena hipotermia. Pengadilan setempat pada hari Senin dijadwalkan akan memutuskan apakah profesor itu harus ditangkap secara resmi atau tidak.
(mas)
Berita Terkait
Prancis Mengaku Bingung...
Prancis Mengaku Bingung dengan Rusia Terkait Kasus Navalny
Prancis Kecam Kasus...
Prancis Kecam Kasus Navalny, Desak Rusia Lakukan Investigasi
Komandan Ukraina Mengeluh...
Komandan Ukraina Mengeluh tentang Tank Prancis
Prancis Sita Kapal Kargo...
Prancis Sita Kapal Kargo Rusia
Ukraina Terima Sistem...
Ukraina Terima Sistem Roket Jarak Jauh Prancis
Jerman: Laboratorium...
Jerman: Laboratorium di Prancis dan Swedia Turut Konfirmasi Navalny Diracun Novichok
Berita Terkini
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
8 menit yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
1 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
1 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
2 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
3 jam yang lalu
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved