Jerman: Laboratorium di Prancis dan Swedia Turut Konfirmasi Navalny Diracun Novichok

loading...
Jerman: Laboratorium di Prancis dan Swedia Turut Konfirmasi Navalny Diracun Novichok
Jerman menuturkan laboratorium di Swedia dan Prancis telah secara independen mengkonfirmasi bahwa tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny diracun dengan novichok. Foto/REUTERS
A+ A-
BERLIN - Laboratorium di Swedia dan Prancis telah secara independen mengkonfirmasi bahwa tokoh oposisi Rusia, Alexei Navalny diracun dengan novichok. Hal itu diungkapkan juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Seibert.

Dokter tentara di rumah sakit Charite Berlin, tempat Navalny dievakuasi setelah jatuh sakit dalam penerbangan di Siberia bulan lalu, adalah orang pertama yang mengatakan bahwa dia telah diracuni oleh novichok. Navalny terbangun dari koma minggu lalu.

Seibert mengatakan, sampel darah Navalny, juga telah dikirim ke Organisasi untuk Pencegahan Senjata Kimia (OPCW) di Den Haag untuk diuji di laboratorium mereka. (Baca juga: Rusia Buru Saksi Serangan Racun Navalny, Siap Kirim Penyidik ke Jerman)

"Terlepas dari investigasi OPCW, tiga laboratorium kini telah secara independen mengidentifikasi racun saraf militer sebagai penyebab keracunan Navalny," kata Seibert dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (14/9/2020).

Dia kemudian menuturkan bahwa Jerman masih menunggu penjelasan Rusia mengenai hal ini. "Kami memperbarui seruan kami kepada Rusia untuk menjelaskan peristiwa ini," ungkapnya. (Baca juga: Dibantu Prancis, Indonesia Bikin Satelit "Satria" yang Nilainya Rp8 Triliun)



Insiden ini sendiri telah menciptakan ketegangan antara Rusia dan Jerman ke tingkat yang lebih tinggi, memicu seruan agar pipa Nord Stream 2, proyek utama Kremlin untuk membawa gas Rusia langsung ke Jerman di bawah Laut Baltik, untuk dibatalkan.
(esn)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top