NATO Diklaim Dapat Rebut Kaliningrad Rusia dalam Dua Hari

Minggu, 10 November 2019 - 18:22 WIB
NATO Diklaim Dapat Rebut...
NATO Diklaim Dapat Rebut Kaliningrad Rusia dalam Dua Hari
A A A
MOSKOW - Sebuah situs media China, Eastday.com, mengatakan bahwa jika terjadi konflik antara NATO dan Rusia di wilayah Laut Baltik, aliansi bentukan Amerika Serikat (AS) itu dapat merebut wilayah Kaliningrad Rusia dalam waktu dua hari. Laporan itu mengutip pernyataan ahli strategi militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China terkemuka, Mayor Jenderal Du Wenlong.

Menurut Du, Kaliningrad bukan tempat yang besar; memiliki luas 15.000 kilometer persegi dan terletak 1.000 kilometer jauhnya dari Moskow, tetapi sangat dekat dengan negara-negara NATO.

Ia juga menyatakan bahwa Rusia dapat cepat membalas dengan meluncurkan serangan di beberapa Ibu Kota Eropa. Du memperingatkan situasi ini akan memicu operasi skala besar di Eropa seperti dikutip dari Sputnik, Minggu (10/11/2019).

Pernyataan ini muncul setelah Richard Hooker dari Jamestown Foundation, sebuah thinktank AS, mengklaim dalam sebuah laporan bahwa di bawah skenario "hipotetis" dari konflik bersenjata NATO dengan Rusia di wilayah Laut Baltik, aliansi tersebut harus secara khusus berfokus pada merebut kantong Rusia Kaliningrad dalam waktu setidaknya dua minggu.

"Sangat penting bahwa 1) pasukan NATO mengatasi benteng pertahanan udara Kaliningrad dalam waktu 14 hari untuk membawa keuntungan kekuatan udara aliansi; 2) pasukan di tempat dan bala bantuan yang datang dengan cepat bertahan selama 30 hari; dan 3) bala bantuan berat datang dalam kekuatan dan memasuki pertarungan selambat-lambatnya 30 hari setelah dimulainya peperangan. Hari ini, NATO tidak siap untuk mencapai salah satu dari tujuan ini,” tegas Hooker dalam laporan tersebut.

Pada saat yang sama, ia tidak menguraikan apa yang dapat memicu konflik bersenjata, hanya mengklaim bahwa Moskow memiliki rencana yang berkaitan dengan wilayah Baltik.

Menanggapi hal itu kepala wilayah Kaliningrad, Anton Alikhanov, menggambarkan laporan Hooker sebagai fiksi tabloid, menambahkan bahwa ia bosan mengomentari omong kosong Amerika.

Klaim Hooker mengikuti pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia pada bulan September yang menekankan bahwa kemampuan pertahanan udara di Wilayah Kaliningrad dalam mendeteksi, mengawal dan, jika perlu, menjamin netralisasi target udara di zona cakupannya, sudah diketahui semua pilot NATO yang pernah mendekati perbatasan Rusia di Baltik. (Baca: Pentagon Hendak Rontokkan Sistem Pertahanan Kaliningrad, Ini Reaksi Rusia )

Pernyataan itu menyusul laporan bahwa Pentagon tengah membuat rencana yang berpotensi menembus pertahanan udara kawasan itu.

"Jika itu akan membuahkan hasil, kami akan siap untuk mengeksekusi," kata Komandan Angkatan Udara AS di Eropa dan Afrika, Jenderal Jeffrey Lee Harrigian, yang dikutip Breaking Defense merujuk pada rencana dan pelatihan yang relevan. (Baca: Pentagon Sesumbar Akan Tumbangkan Sistem Pertahanan Udara Rusia di Kaliningrad )

Mengomentari masalah ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov meyakinkan bahwa semua wilayah Rusia dilindungi dengan baik, sementara juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa Moskow melihat pernyataan Pentagon yang tidak bertanggung jawab tentang pengembangan rencana untuk menembus pertahanan udara dari daerah kantong Rusia Kaliningrad sebagai ancaman.
(ian)
Berita Terkait
Sekjen NATO: China Memicu...
Sekjen NATO: China Memicu Perang di Eropa
Jerman Berikan Bantuan...
Jerman Berikan Bantuan Perang untuk Ukraina Sebesar 6,5 Trilyun Rupiah
China Dukung Rusia Menentang...
China Dukung Rusia Menentang Ekspansi NATO
3 Isu Ekspansi Keanggotaan...
3 Isu Ekspansi Keanggotaan NATO di Eropa dan China
4 Strategi Putin dan...
4 Strategi Putin dan Xi Jinping Perkuat Aliansi Pertahanan CSO untuk Melawan NATO
Rusia dan China Semakin...
Rusia dan China Semakin Lengket, Begini Respons NATO
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
2 jam yang lalu
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
4 jam yang lalu
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
6 jam yang lalu
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
9 jam yang lalu
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
10 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
11 jam yang lalu
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved