Pejabat Prancis Racuni 200 Wanita untuk Melihat Mereka Pipis

Sabtu, 09 November 2019 - 11:39 WIB
Pejabat Prancis Racuni...
Pejabat Prancis Racuni 200 Wanita untuk Melihat Mereka Pipis
A A A
PARIS - Seorang pejabat senior di Kementerian Kebudayaan Prancis dituduh telah meracuni wanita dengan diuretik hanya untuk melihat mereka buang air kecil.

Sumber di pengadilan Prancis mengatakan pria itu dituduh melakukan pelecehan seksual dan pelanggaran narkoba yang melibatkan lebih dari 200 wanita. Aksi itu dilakukan ketika para wanita muda menghadiri wawancara kerja di kementerian itu antara 2009 dan 2018.

Pejabat itu juga dituduh mengambil foto-foto upskirt atau memfoto bagian dalam rok wanita dari bawah meja menggunakan ponselnya.

Surat kabar Prancis Libération mengutip lima wanita yang mengatakan mereka ditawari teh atau kopi selama wawancara. Mereka kemudian melakukan tur jalan kaki ke situs-situs warisan di dekat kementerian itu di Paris.

Ketika mereka diliputi keinginan untuk buang air kecil, lelaki itu membawa mereka ke tanggul Sungai Seine dan menawarkan untuk melindungi mereka dengan mantelnya sementara mereka buang air kecil di bawah jembatan.

"Aku buang air kecil di lantai, hampir di kakinya. Aku merasa terhina dan malu," kata seorang korban seperti dikutip dari BBC, Sabtu (9/11/2019).

Salah satu wanita mengatakan dia dirawat di rumah sakit dengan infeksi saluran kemih setelah pertemuan itu.

Libération mengatakan bahwa pejabat tersebut menyimpan catatan kejadian pada lembar kerja Excel.

Kasus ini terungkap ketika seorang wanita menangkap basah aksi pejabat itu yang memotret bagian bawah roknya di bawah meja dan melaporkannya kepada atasannya.

Kementerian Kebudayaan Prancis kemudian melaporkannya ke polisi, yang menemukan rincian di komputernya tentang wanita yang menjadi sasarannya. Dia diskors pada Oktober 2018 dan dipecat tiga bulan kemudian ketika sebuah penyelidikan dibuka oleh kantor kejaksaan Paris, Libération melaporkan.

Kantor berita AFP melaporkan investigasi polisi mengungkapkan bahwa minuman para wanita telah dibubuhi diuretik yang kuat.

Menteri Kebudayaan Prancis Franck Riester mengatakan kepada radio Europe 1 bahwa ia terbelenggu oleh kasus cabul orang gila.

Kementerian Kebudayaan Prancis mengatakan pihaknya memulai proses disiplin segera setelah diberitahu tentang tindakan pria itu, tetapi dua wanita yang dikutip oleh Libération mengatakan mereka telah membuat pengaduan yang tidak diindahkan.
(ian)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
3 jam yang lalu
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
6 jam yang lalu
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
7 jam yang lalu
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
11 jam yang lalu
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
11 jam yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
12 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved