Dua Mantan Karyawan Twitter Dituduh Jadi Mata-mata Arab Saudi

Kamis, 07 November 2019 - 10:59 WIB
Dua Mantan Karyawan...
Dua Mantan Karyawan Twitter Dituduh Jadi Mata-mata Arab Saudi
A A A
WASHINGTON - Dua mantan karyawan Twitter Inc dan orang ketiga asal Arab Saudi diadili di Amerika Serikat (AS) atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Kerajaan Saudi. Menurut dokumen pengadilan, kedua mantan karyawan itu menggali data pengguna pribadi dan memberikannya kepada pejabat Riyadh dengan imbalan pembayaran uang.

Ali Alzabarah dan Ahmad Abouammo, yang dulu bekerja untuk Twitter, dan seorang pria bernama Ahmed Almutairi menghadapi tuduhan bekerja untuk Kerajaan Arab Saudi tanpa mendaftar sebagai agen asing.

Menurut dokumen aduan di pengadilan, Abouammo berulang kali mengakses akun Twitter dari seorang kritikus terkemuka keluarga Kerajaan Saudi pada awal 2015. Dalam satu contoh, ia dapat melihat alamat email dan nomor telepon yang terkait dengan akun tersebut. Dia juga mengakses akun kedua pengkritik Saudi untuk mendapatkan informasi pribadi.

"Informasi ini bisa digunakan untuk mengidentifikasi dan menemukan pengguna Twitter yang mempublikasikan posting ini," kata Departemen Kehakiman dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters, Kamis (7/11/2019).

Arab Saudi—sekutu penting AS dalam menghadapi Iran—telah menghadapi kritik keras Barat atas catatan hak asasi manusianya, termasuk soal pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tahun lalu dan keterlibatannya dalam perang yang menghancurkan di Yaman.

Almutairi dituduh bertindak sebagai perantara bagi pemerintah Saudi dan karyawan Twitter.

Menurut Departemen Kehakiman AS, Abouammo ditangkap di Seattle, Washington. Sedangkan dua orang lainnya berada di Arab Saudi.

Abouammo diperintahkan untuk tetap berada di balik jeruji besi oleh hakim AS pada hari Rabu sambil menunggu sidang pemeriksaan penahanan untuk hari Jumat. Pihak Kantor Jaksa AS mengatakan di pengadilan bahwa Abouammo akan ditahan karena penundaan sidang pengadilan menimbulkan risiko serius.

Menurut dokumen aduan di pengadilan, kedua mantan karyawan Twitter diberikan uang tunai dan hadiah lain, seperti arloji mahal, untuk informasi yang mereka berikan.

Kedutaan Arab Saudi di Washington belum bersedia menanggapi permintaan komentar yang diajukan wartawan.

Sedangkan pihak Twitter menyampaikan terima kasih kepada FBI dan Departemen Kehakiman AS. "Kami menyadari bahwa aktor-aktor jahat akan berusaha dan merusak layanan kami," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Kami memahami risiko luar biasa yang dihadapi oleh banyak orang yang menggunakan Twitter untuk berbagi perspektif mereka dengan dunia dan meminta pertanggungjawaban mereka yang berkuasa," lanjut pihak Twitter.
(mas)
Berita Terkait
Arab Saudi Ditekan untuk...
Arab Saudi Ditekan untuk Bebaskan Pangeran Filantropis
Ogah dengan Pangeran...
Ogah dengan Pangeran Mahkota MBS, Biden Pilih Diplomasi dengan Raja Salman
Putri Saudi Memohon...
Putri Saudi Memohon pada Raja Salman agar Dibebaskan dari Penjara
5 Fakta Kehidupan Putra...
5 Fakta Kehidupan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Penguasa Arab Saudi Berikutnya
Raja Salman Sukses Jalani...
Raja Salman Sukses Jalani Operasi, Kantung Empedunya Diangkat
Pangeran Arab Saudi...
Pangeran Arab Saudi yang Ditahan Dipindahkan ke Lokasi Rahasia
Berita Terkini
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
39 menit yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
1 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
2 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
3 jam yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
4 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Johan Budi, Mantan Jubir...
Johan Budi, Mantan Jubir KPK Diangkat Jadi Komisaris Transjakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved