Soal Dialog Perlucutan Senjata Nuklir Trilateral, Ini Kata China

Rabu, 06 November 2019 - 04:44 WIB
Soal Dialog Perlucutan...
Soal Dialog Perlucutan Senjata Nuklir Trilateral, Ini Kata China
A A A
BEIJING - China angkat bicara soal pembicaraan perlucutan senjata trilateral dengan Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Beijing menyatakan tidak melihat alasan untuk melakukan negosiasi pelucutan senjata trilateral, terutama karena kondisi untuk melakukan hal itu tidak ada.

"Posisi kami sangat jelas. Kami percaya bahwa sama sekali tidak ada alasan dan ketentuan untuk melakukan negosiasi pelucutan trilateral dengan partisipasi Amerika Serikat dan Rusia. China tidak akan mengambil bagian di dalamnya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang

"Kami telah mengatakan bahwa Amerika Serikat terus-menerus mencoba melibatkan Cina dalam kesepakatan ini," imbuhnya seperti disitir dari Sputnik, Rabu (6/11/2019).

Menurutnya, AS memikul tanggung jawab khusus karena memiliki persenjataan nuklir terbesar dan paling modern.

"Amerika Serikat harus menanggapi seruan Rusia untuk perpanjangan perjanjian START (Strategic Arms Reduction Treaty) yang baru, serta mengurangi persenjataan nuklirnya yang besar untuk menciptakan kondisi bagi negara-negara nuklir lain untuk memasuki perundingan ini," jelasnya.

Sejak penghentian Perjanjian Senjata Nuklir Jangka Menengah antara Washington dan Moskow pada bulan Agustus, Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menyebutkan kemungkinan untuk membuat perjanjian kontrol senjata baru yang mencakup Rusia dan China.

Perjanjian START yang baru adalah perjanjian kontrol senjata terakhir yang tersisa yang berlaku antara Rusia dan AS. Perjanjian ini menetapkan bahwa jumlah peluncur rudal nuklir strategis harus dikurangi setengahnya dan membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dikerahkan menjadi 1.550.

Perjanjian tersebut akan berakhir pada Februari 2021 dan AS sejauh ini belum mengumumkan rencana untuk memperpanjangnya, sementara Rusia telah berulang kali menekankan bahwa pihaknya siap untuk dialog tentang masa depan perjanjian.
(ian)
Berita Terkait
Alasan BRICS Ditakuti...
Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
China Blak-blakan Ungkap...
China Blak-blakan Ungkap Tujuan Amerika Serikat di Ukraina
Putin Tegaskan China...
Putin Tegaskan China Segera Mengakhiri Dominasi Amerika Serikat
China: Amerika Serikat...
China: Amerika Serikat Ancaman Nuklir Utama di Dunia!
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Amerika Serikat Menentang...
Amerika Serikat Menentang Keras Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia
Berita Terkini
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
5 menit yang lalu
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
39 menit yang lalu
4 Dalih Israel Mendesak...
4 Dalih Israel Mendesak AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki, Bisa Jadi Ancaman Zionis
58 menit yang lalu
Iran Merudal Kapal Tanker...
Iran Merudal Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz, Situasi Memanas Lagi
1 jam yang lalu
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
2 jam yang lalu
Wakil Menteri Sembunyikan...
Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Senilai Rp361 Miliar di Dalam Galon Air Minum
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved