Lebih dari Setengah Warga Kanada Khawatir Serangan Siber China
Selasa, 05 November 2019 - 17:08 WIB
Lebih dari Setengah Warga Kanada Khawatir Serangan Siber China
A
A
A
OTTAWA - Lebih dari setengah warga Kanada khawatir dengan kemungkinan serangan siber China. Hanya 29% warga Kanada yang menganggap China lebih baik.
Hasil survei itu dirilis saat Kanada dan China mengalami kebuntuan dalam konflik diplomatik. Survei University of British Columbia juga menemukan setengah warga Kanada tidak ingin Huawei Technologies Co Ltd menjadi pemain utama pemasok peralatan jaringan generasi baru 5G.
Hubungan Beijing dan Ottawa memburuk sejak kepolisian Kanada menahan Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou pada Desember lalu atas perintah penahanan Amerika Serikat (AS).
"Kebekuan itu nyata," papar kesimpulan survei itu. China sekarang dianggap lebih baik oleh 29% warga Kanada, turun dari 36% pada dua tahun silam, tapi naik dari 22% pada Februari.
Para responden survei menginginkan kerja sama komersial dengan China berlanjut. "Sebanyak 62% mendukung negosiasi kesepakatan perdagangan bebas bilateral," ungkap hasil survei tersebut.
Terkait penahanan Meng, China memblokir impor produk daging dan biji kanola asal Kanada. Beijing juga menahan dua warga Kanada dengan dakwaan kasus rahasia negara.
Survei itu melibatkan 1.503 warga Kanada dewasa pada periode 26 September hingga 3 Oktober.
Hasil survei itu dirilis saat Kanada dan China mengalami kebuntuan dalam konflik diplomatik. Survei University of British Columbia juga menemukan setengah warga Kanada tidak ingin Huawei Technologies Co Ltd menjadi pemain utama pemasok peralatan jaringan generasi baru 5G.
Hubungan Beijing dan Ottawa memburuk sejak kepolisian Kanada menahan Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou pada Desember lalu atas perintah penahanan Amerika Serikat (AS).
"Kebekuan itu nyata," papar kesimpulan survei itu. China sekarang dianggap lebih baik oleh 29% warga Kanada, turun dari 36% pada dua tahun silam, tapi naik dari 22% pada Februari.
Para responden survei menginginkan kerja sama komersial dengan China berlanjut. "Sebanyak 62% mendukung negosiasi kesepakatan perdagangan bebas bilateral," ungkap hasil survei tersebut.
Terkait penahanan Meng, China memblokir impor produk daging dan biji kanola asal Kanada. Beijing juga menahan dua warga Kanada dengan dakwaan kasus rahasia negara.
Survei itu melibatkan 1.503 warga Kanada dewasa pada periode 26 September hingga 3 Oktober.
(sfn)