Rusia Batal Jual Senjata pada Iran yang Ingin Lenyapkan Israel

Senin, 04 November 2019 - 13:28 WIB
Rusia Batal Jual Senjata...
Rusia Batal Jual Senjata pada Iran yang Ingin Lenyapkan Israel
A A A
TEL AVIV - Rusia setuju untuk membatalkan penjualan senjata tertentu kepada negara-negara musuh Israel, termasuk Iran, yang berambisi ingin melenyapkan negara Yahudi tersebut. Penghentian penjualan senjata itu atas permintaan pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Penasihat Netanyahu, Ariel Bulshtein, mengungkap kesepakatan tersebut. Sebagai imbalannya, Tel Aviv juga menyetujui permintaan Moskow untuk berhenti menjual senjata kepada negara-negara yang membuat Rusia kesal seperti Ukraina.

"Rusia menyetujui permintaan Israel dan, misalnya, tidak memberikan jenis senjata tertentu kepada negara-negara musuh (Israel) seperti Iran, yang menyatakan pada tingkat tertinggi keinginannya untuk melenyapkan Israel dari permukaan Bumi," kata Bulshtein, yang merupakan penasihat perdana menteri untuk komunitas berbahasa Rusia di negara tersebut, kepada surat kabar Izvestia, yang dilansir Times of Israel kemarin (3/11/2019).

"Tentu saja kami tidak antusias dengan (Rusia) menyediakan senjata modern untuk rezim seperti itu," ujarnya.

Menurutnya, Israel setuju setidaknya dua kali atau lebih untuk menyanggupi permintaan Moskow untuk tidak menjual senjata ke negara-negara yang hubungannya sedang tegang dengan Rusia, seperti Ukraina.

Bulshtein diangkat sebagai penasihat Netanyahu pada Juni lalu menyusul kegagalan upaya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membentuk koalisi. Kegagalan itu membuat Israel menggelar pemilu ulang atau pemilu kedua.

Israel memiliki hubungan yang sangat sensitif dengan Rusia—yang telah memainkan peran sentral, bersama Iran, dalam mencegah jatuhnya rezim Presiden Bashar al-Assad dalam perang saudara Suriah. Rezim Zionis berusaha untuk mencegah Iran memperkuat kehadiran militernya di seberang Israel-Suriah.

Netanyahu telah membina hubungan dekat dengan Putin. Dia sering terbang ke Moskow untuk bertemu Putin guna membahas perkembangan regional. Pada Juli lalu, dalam langkah yang menargetkan pemilih dari komunitas Israel-Rusia menjelang pemilihan ulang pada bulan September, partai Likud yang dipimpin Netanyahu memajang gambar besar perdana menteri dengan Putin di markas besarnya di Tel Aviv.

Sebelum pemilu, Netanyahu terbang ke Rusia untuk berbicara dengan Putin di Sochi. Dalam pertemuan itu, dia memuji hubungan bilateral kedua negara.
(mas)
Berita Terkait
Bebaskan Wanita Israel...
Bebaskan Wanita Israel yang Ditangkap Suriah, Netanyahu: Terima Kasih Putin
Putin Sambut Baik Kembali...
Putin Sambut Baik Kembali Berkuasanya Netanyahu di Israel
Iran Rilis Animasi Pembunuhan...
Iran Rilis Animasi Pembunuhan Netanyahu setelah Israel Bunuh Petinggi Militer
Netanyahu dan Putin...
Netanyahu dan Putin Cekcok, Israel Tak Senang Sikap Rusia soal Perang Gaza
Vladimir Putin Umumkan...
Vladimir Putin Umumkan Operasi Militer di Ukraina
5 Alasan Pangkalan Militer...
5 Alasan Pangkalan Militer Tartus di Suriah Sangat Berarti bagi Rusia
Berita Terkini
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
18 menit yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
1 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
2 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
3 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
4 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
5 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved