Hizbullah Desak Pemerintahan Baru Lebanon Segera Dibentuk

Sabtu, 02 November 2019 - 00:15 WIB
Hizbullah Desak Pemerintahan...
Hizbullah Desak Pemerintahan Baru Lebanon Segera Dibentuk
A A A
BEIRUT - Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, menyerukan pemerintah baru Lebanon dibentuk secepatnya. Ia meminta pemerintahan baru nanti harus mendengarkan tuntutan para demonstran serta bekerja untuk memulihkan kepercayaan.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat waktu setempat, Nasrallah mengatakan pengunduran diri Perdana Menteri Saad al-Hariri telah membekukan rencana reformasi pemerintah.

Saar al-Hariri mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Lebanon setelah menemui jalan buntu untuk mengakhiri aksi protes besar-besaran terhadap elit yang berkuasa. (Baca juga: Perdana Menteri Lebanon Mengundurkan Diri)

Pengunduran diri Hariri, yang ditentang Hizbullah, telah meninggalkan Lebanon tanpa pemerintahan karena menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak perang saudara 1975-90.

"Pemerintah baru harus dibentuk sesegera mungkin dan pemerintah baru harus mendengarkan tuntutan orang-orang yang turun ke jalan," kata Nasrallah.

"Harus ada pekerjaan serius karena waktu sangat ketat dan kesabaran orang juga demikian," sambungnya seperti disitir dari Al Jazeera, Sabtu (2/11/2019).

Protes massal meletus di Lebanon pada 17 Oktober terhadap rencana pengenaan pajan untuk WhatsApp dan layanan pesan lainnya.

Demonstrasi dengan cepat berubah menjadi keluhan yang lebih luas, dengan seruan pengunduran diri pemerintah dan meminta pertanggungjawaban pejabat yang korup.

Pemerintah Lebanon kemudian mengumumkan serangkaian rencana reformasi, tetapi tanpa langkah konkret, pemerintah gagal menenangkan pengunjuk rasa atau cukup meyakinkan pemberi pinjaman multilateral untuk mengeluarkan miliaran bantuan yang sangat dibutuhkan yang telah mereka janjikan.

Para pengunjuk rasa mengatakan sistem politik sektarian yang menjadi dasar pemerintah bermasalah karena menumbuhkan patronase dan klientelisme. Mereka menuntut pemerintah baru untuk dibentuk yang terdiri dari para teknokrat yang tidak berafiliasi dengan kelas politik.

Sistem politik Lebanon menjamin perwakilan politik untuk semua 18 sekte di negara ini, warisan dari pemerintahan kolonial Prancis. Kursi di kabinet dan parlemen dibagi antara Kristen dan Muslim.

Posisi di sektor publik juga dibagi di antara kelompok agama.
(ian)
Berita Terkait
Terungkap, Hizbullah...
Terungkap, Hizbullah Gunakan Anggaran Kesehatan Lebanon untuk Danai Lembaganya
Hizbullah Bantai 12...
Hizbullah Bantai 12 Tentara Israel
Pernikahan Mewah Putri...
Pernikahan Mewah Putri Petinggi Hizbullah Picu Kemarahan Rakyat Lebanon
Beirut Memanas, Tank-tank...
Beirut Memanas, Tank-tank Lalu Lalang di Jalanan
Intelektual Anti Hizbullah...
Intelektual Anti Hizbullah Ditembak Mati di Lebanon Selatan
Hizbullah Hancurkan...
Hizbullah Hancurkan Pabrik Senjata Rafael di Israel
Berita Terkini
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
49 menit yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
1 jam yang lalu
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
2 jam yang lalu
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
2 jam yang lalu
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
3 jam yang lalu
9 Negara yang Memiliki...
9 Negara yang Memiliki Anggaran Terbesar Mengembangkan Bom Nuklir
5 jam yang lalu
Infografis
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved