Roket Hantam Pos Pemeriksaan di Baghdad, 50 Meter dari Kedubes AS

Kamis, 31 Oktober 2019 - 07:45 WIB
Roket Hantam Pos Pemeriksaan...
Roket Hantam Pos Pemeriksaan di Baghdad, 50 Meter dari Kedubes AS
A A A
BAGHDAD - Dua roket menghantam pos pemeriksaan di dalam Green Zone (Zona Hijau) Baghdad, Irak yang hanya berjarak 50 meter dari Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS). Serangan ini menewaskan seorang tentara Irak dan melukai beberapa orang lainnya.

Roket-roket itu, sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (31/10/2019), ditembakkan ke wilayah Zona Hijau yang dijaga ketat di Baghdad pada Rabu malam. Sumber-sumber militer Irak mengonfirmasi bahwa satu tentara tewas, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut tentang serangan tersebut.

Beberapa laporan media lokal mengindikasikan bahwa daerah itu juga menjadi sasaran tembakan mortir.

Zona Hijau adalah distrik yang dikelilingi tembok di jantung ibu kota Irak, di mana gedung-gedung pemerintah dan misi asing beroperasi.

Pada awal pekan ini beberapa roket menghantam Camp Taji, pangkalan militer AS yang berjarak 27km sebelah utara Baghdad yang menjadi lokasi penempatan pasukan AS. Tidak ada korban yang dilaporkan dalam serangan tersebut.

Tidak ada klaim dari pihak atau kelompok yang bertanggung jawab atas serangan dua roket. Serangan terjadi ketika puluhan ribu orang berkumpul di Baghdad pusat untuk protes anti-pemerintah yang dimulai seminggu yang lalu.

Para pejabat setempat mengatakan setidaknya dua orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam protes Rabu pagi. Menurut dokter, sebagian besar orang yang terluka terkena hantaman tabung gas air mata di kepala mereka. Tabung gas air mata itu ditembakkan oleh polisi keamanan Irak.

Komisi Hak Asasi Manusia Irak mengatakan lebih dari 100 orang telah tewas dan ribuan lainnya terluka di kota-kota di seluruh negara itu dalam putaran terakhir demonstrasi yang menuntut pemerintah lengser.

Mahasiswa dan pengunjuk rasa lainnya marah terhadap dugaan korupsi, pertumbuhan ekonomi yang lambat dan layanan pemerintah yang buruk meskipun negara itu kaya minyak.

Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amnesty International telah menyerukan kedua kubu menahan diri dan berdialog.
(mas)
Berita Terkait
Negara yang Pernah Diinvasi...
Negara yang Pernah Diinvasi Amerika Serikat
Serangan Iran Berupaya...
Serangan Iran Berupaya Memaksa Pasukan AS Meninggalkan Irak Utara
Amerika Serikat Kembalikan...
Amerika Serikat Kembalikan 17.000 Artefak Kuno yang Dijarah ke Irak
Pesawat Hercules Militer...
Pesawat Hercules Militer AS Tergelincir di Pangkalan Irak
Serangan Roket Hantam...
Serangan Roket Hantam Pangkalan Koalisi AS di Irak
Kelompok Milisi Irak...
Kelompok Milisi Irak Setuju Tangguhkan Serangan Terhadap Pasukan AS
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
1 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
2 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
3 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
4 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
5 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
6 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved