PBB Terpecah Soal Perlakuan China Terhadap Muslim Uighurs

Kamis, 31 Oktober 2019 - 03:29 WIB
PBB Terpecah Soal Perlakuan...
PBB Terpecah Soal Perlakuan China Terhadap Muslim Uighurs
A A A
NEW YORK - Dua kelompok negara anggota PBB mengeluarkan pernyataan berbeda atas perlakuan China terhadap minoritas Muslim Uighurs di Xinjiang. Situasi ini menyoroti perbedaan global dalam catatan hak asasi manusia Beijing.

Berbicara di Majelis Umum PBB pada hari Selasa, seorang perwakilan dari Inggris mengeluarkan pernyataan atas nama 23 negara yang menimbulkan kekhawatiran atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.

"(Ada) laporan yang dapat dipercaya tentang penahanan massal, upaya untuk membatasi praktik budaya dan agama, pengawasan massal yang menyasar etnis Uighur secara tidak proporsional, dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya serta pelanggaran di wilayah tersebut," kata Karen Pierce seperti disitir dari CNN, Kamis (31/10/2019).

Dua puluh tiga negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, dan Australia, semuanya meminta China untuk menjunjung tinggi kewajiban dan komitmen nasional dan internasional untuk menghormati hak asasi manusia. Mereka juga meminta China memberikan akses ke Xinjiang untuk pemantau internasional.

Namun, tak lama setelah pernyataan Inggris, sekutu Beijing Belarus membuat pernyataannya sendiri atas nama 54 negara menyuarakan persetujuan program anti-terorisme China di Xinjiang. Para penandatangan termasuk Rusia, Mesir, Bolivia dan Serbia.

"Pernyataan bersama itu berbicara positif tentang hasil langkah-langkah kontra-terorisme dan deradikalisasi di Xinjiang dan mencatat bahwa langkah-langkah ini secara efektif melindungi hak-hak dasar manusia dari semua kelompok etnis," kata perwakilan untuk Belarus dalam siaran persnya.

Belarus juga meminta negara-negara yang mendukung pernyataan kritis untuk berhenti mempolitisasi masalah hak asasi manusia dan membuat tuduhan tak berdasar terhadap China.

CNN belum melihat daftar lengkap negara-negara yang mendukung pernyataan Belarusia, tetapi ini adalah peningkatan besar dari 37 negara yang mendukung program pemerintah China di Xinjiang pada bulan Juli lalu. Kelompok itu termasuk negara-negara mayoritas Muslim seperti Pakistan dan Arab Saudi.

Laporan yang tersebar luas tentang penahanan massal yang menargetkan Muslim Uighurs, serta tuduhan pelecehan dan bahkan penyiksaan di pusat-pusat "deradikalisasi", telah membuat China dikutuk oleh pemerintah Barat dan organisasi hak asasi manusia.

Pada Oktober lalu, Washington mengumumkan pembatasan visa bagi pejabat China yang dicurigai terlibat dalam penahanan massal dan pendidikan ulang warga Uighur. (Baca juga: Tindas Muslim Uighurs, AS Batasi Visa untuk China )

Beijing dengan giat membela program keamanan dalam negerinya di Xinjiang, dengan menyangkal menargetkan warga Muslim atau merampas hak-hak mereka. Pada bulan Juli, pejabat tinggi Xinjiang Shohrat Zakir mengatakan, kamp-kamp itu sangat positif bagi kawasan tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Pengadilan Independen...
Pengadilan Independen Inggris: China Lakukan Genosida terhadap Uighur
PBB: Tuduhan China Siksa...
PBB: Tuduhan China Siksa Muslim Uighur Kredibel!
Pertemuan PBB Berlangsung...
Pertemuan PBB Berlangsung Panas, China-Barat Bentrok Soal Muslim Uighur
PBB Nyatakan Muslim...
PBB Nyatakan Muslim Uighur Disiksa, Ini Reaksi China
Parlemen Inggris Sebut...
Parlemen Inggris Sebut China Lakukan Genosida terhadap Muslim Uighur
China Kecam Pengadilan...
China Kecam Pengadilan Independen Muslim Uighur
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
1 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
2 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
3 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
4 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
5 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
6 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved