Eks Perwira CIA yang Terlibat Penculikan Ulama Tinggalkan Italia

Senin, 28 Oktober 2019 - 14:22 WIB
Eks Perwira CIA yang...
Eks Perwira CIA yang Terlibat Penculikan Ulama Tinggalkan Italia
A A A
MILAN - Seorang mantan perwira Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat (AS) yang terlibat dalam penculikan tersangka terorisme di Milan tahun 2003 telah meninggalkan Italia. Tersangka terorisme yang diculik itu adalah ulama Mesir Hassan Mustafa Osama Nasr alias Abu Omar.

Sabrina de Sousa, 63, adalah satu dari 26 orang yang dihukum oleh Italia secara in absentia pada tahun 2003 atas penculikan Abu Omar. Keberadaan Sousa di Italia telah membuat pemerintah setempat mencemaskan keselamatannya.

Sousa membantah terlibat dalam penculikan ulama Mesir, namun dia satu-satunya dari 26 orang yang dihukum karena kasus itu.

Presiden Italia Sergio Mattarella mengampuni Sousa pada tahun 2017, tetapi dia masih diminta untuk melakukan pelayanan masyarakat sampai tahun 2020.

Sousa, seorang warga Portugal-AS, mengatakan dia memutuskan untuk meninggalkan Italia setelah Menteri Luar Negeri Michael Pompeo dan Direktur CIA Gina Haspel berkunjung ke Roma awal bulan ini.

"Saya takut akan konsekuensi yang bisa saya hadapi," kata Sousa. "Kedatangan Haspel di Italia mengonfirmasi kepada pemerintah Italia bahwa pemerintahan AS telah cuci tangan kasus saya," ujarnya, seperti dikutip dari surat kabar Il Corriere della Sera, Senin (28/10/2019).

Tidak jelas ada hubungan apa antara kunjungan Pompeo dan Haspel dengan kasus Sousa. Menurut Il Corriere della Sera yang mengutip Sousa mengatakan perubahan terbaru pada "Undang-Undang Pengungkap Fakta" akan memungkinkannya untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang kasus tersebut.

Pengacara Sousa, Andre Saccucci, belum menanggapi permintaan komentar yang diajukan Fox News.

Penculikan Abu Omar adalah bagian dari program kontroversial "rendisi luar biasa" CIA. Program yang dilaksanakan di bawah Presiden George W. Bush mengharuskan membawa tersangka terorisme ke negara-negara asing di mana penyiksaan diizinkan.

Abu Omar mengklaim bahwa dia dipindahkan ke tanah kelahirannya di Mesir dan disiksa.

Sousa telah membantah terlibat, dan mengklaim bahwa dia tidak ada di Milan pada hari penculikan ulama tersebut. Jika diekstradisi, Sousa akan menjadi perwira CIA dan diplomat pertama AS yang dipenjara karena program “rendisi luar biasa” CIA.
(mas)
Berita Terkait
Kepala Intelijen Mesir...
Kepala Intelijen Mesir Diduga Terlibat Pembunuhan Khashoggi
Lima Mata akan Buta...
Lima Mata akan Buta Tanpa Dukungan Amerika Serikat
Amerika Serikat Pulangkan...
Amerika Serikat Pulangkan Sarkofagus Kuno ke Mesir
Menlu Italia: Uni Eropa...
Menlu Italia: Uni Eropa Didominasi Amerika Serikat
Mata-mata CIA Terungkap,...
Mata-mata CIA Terungkap, Warga Negara China yang Direkrut di Italia
AS: Intelijen China...
AS: Intelijen China Berupaya Merekrut Pegawai Pemerintah Amerika Serikat
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
3 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
4 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
5 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
6 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
7 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
9 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved