Bomber B-52 AS Simulasikan Pemboman di Dekat Kaliningrad Rusia

Jum'at, 25 Oktober 2019 - 03:28 WIB
Bomber B-52 AS Simulasikan...
Bomber B-52 AS Simulasikan Pemboman di Dekat Kaliningrad Rusia
A A A
MARIJAMPOLE - Sebuah pesawat pembom strategis Stratofortress B-52H Amerika Serikat (AS) telah melakukan simulasi pemboman terhadap pangkalan Armada Baltik Rusia di dekat eksklave Kaliningrad.

Aksi pesawat militer Washington itu diungkap situs pemantau pesawat, PlaneRadar.

"(Pukul) 15.40 waktu Moskow. Pembom strategis Stratofortress Boeing B-52H Angkatan Udara AS, nomor ekor 61-0025, tanda panggilan BRIG01, lepas landas dari pangkalan RAF Fairford sedang melakukan simulasi pemboman pangkalan Armada Baltik (Rusia)," tulis situs tersebut di Twitter pada 23 Oktober 2019 yang dikutip Sputniknews, Kamis (24/10/2019).
Peta rute penerbangan yang dirilis menunjukkan pembom B-52H terbang melalui Laut Baltik, berputar ke tenggara ke wilayah udara Lithuania, dan mendekati dalam jarak sekitar 45 km dari eksklave Rusia ke timur, di atas kota Marijampole di Lithuania.

Sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa jet tempur Su-27 Pasukan Pertahanan Dirgantara melesat dari sebuah pangkalan di Crimea untuk mengawal pesawat B-52H yang mendekati perbatasan Rusia di Laut Hitam. Jet tempur Moskow itu membayangi pesawat pembom Washington pada jarak 70 km sebelum kembali ke pangkalan.

Angkatan Udara AS mengerahkan empat pesawat B-52 dan sekitar 350 penerbang di pangkalan RAF Fairford awal bulan ini, di mana pesawat-pesawat pembom biasanya berbasis di Pangkalan Angkatan Udara Barksdale di Louisiana, sekitar 8.650 km dari Kaliningrad Rusia.

AS dan sekutu NATO-nya secara teratur mengirim pesawat pembom, pesawat pengintai dan drone ke timur untuk menguji perbatasan Rusia di Baltik dan Laut Hitam, dan dekat pangkalan udara Rusia di Suriah.

Pada tahun 2018, pasukan pertahanan udara Rusia melaporkan pelacakan hampir 3.000 pesawat militer asing. Selain penerbangan, NATO telah secara substansial meningkatkan jejak militernya di dekat perbatasan Rusia sejak krisis Ukraina 2014, termasuk dengan melakukan latihan di wilayah tersebut dan meningkatkan jumlah pasukan asing yang dikerahkan secara permanen di negara-negara Baltik, Polandia dan Rumania.

Moskow dan sekutu-sekutunya telah berulang kali menyatakan keprihatinan tentang penumpukan militer NATO, di mana para pejabat Moskow memperingatkan bahwa insiden semacam itu meningkatkan risiko eskalasi menjadi konflik militer besar-besaran.
(mas)
Berita Terkait
Spesifikasi B-52 Bombers...
Spesifikasi B-52 Bombers Andalan Amerika Serikat
Pesawat-pesawat Pembom...
Pesawat-pesawat Pembom B-52H AS Terbang di Atas 30 Negara NATO
Spesifikasi B-52 Stratofortress,...
Spesifikasi B-52 Stratofortress, Pesawat Pengebom Milik Amerika Serikat dengan Kemampuan Mengerikan
Spesifikasi Bomber B-1B...
Spesifikasi Bomber B-1B Amerika Serikat, Pesawat Pengebom Legendaris
Jet Pembom Milik Amerika...
Jet Pembom Milik Amerika Serikat yang Paling Canggih
Bomber Siluman B-21...
Bomber Siluman B-21 Raider Pertama AS Rampung Dibangun, Ini Penampakannya
Berita Terkini
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
1 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
2 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
3 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
6 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
7 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
8 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved