Pengungsi Venezuela Capai 5 Juta Orang, Bantuan Sangat Diperlukan
Kamis, 24 Oktober 2019 - 01:08 WIB
Pengungsi Venezuela Capai 5 Juta Orang, Bantuan Sangat Diperlukan
A
A
A
JENEWA - Warga Venezuela yang mengungsi mencapai 5 juta jiwa. Tekanan meningkat pada negara-negara tetangga agar memberikan dukungan jangka panjang pada mereka.
"Sekitar 4,5 juta pengungsi dan migran telah meninggalkan Venezuela sejak 2015 menurut data resmi, tapi lebih banyak lagi yang menggunakan jalur perlintasan ilegal karena mereka kekurangan dokumen identitas," ungkap perwakilan khusus badan pengungsi dan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Eduardo Stein, dilansir Reuters.
Krisis memburuk sejak Amerika Serikat (AS) menerapkan berbagai sanksi, termasuk pada industri minyak yang sangat penting bagi negara itu. Sanksi itu bertujuan menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Puluhan negara telah mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara dan menganggap Maduro melakukan kecurangan pemilu pada 2018.
"Sekitar 5.000 orang meninggalkan Venezuela setiap hari meski jumlahnya fluktuatif saat semakin banyak negara mengharuskan visa," ujar Stein.
Dia menambahkan, "Pengalaman krisis lain di dunia menunjukkan pada kami bahwa mereka ingin kembali ke Venezuela jika krisis politik diselesaikan hari ini, ini akan membutuhkan waktu dua tahun atau mungkin lebih."
Rencana respon kemanusiaan regional PBB sebesar USD739 juta pada tahun ini diperkirakan meningkat dua kali lipat pada 2020.
"Sekitar 4,5 juta pengungsi dan migran telah meninggalkan Venezuela sejak 2015 menurut data resmi, tapi lebih banyak lagi yang menggunakan jalur perlintasan ilegal karena mereka kekurangan dokumen identitas," ungkap perwakilan khusus badan pengungsi dan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Eduardo Stein, dilansir Reuters.
Krisis memburuk sejak Amerika Serikat (AS) menerapkan berbagai sanksi, termasuk pada industri minyak yang sangat penting bagi negara itu. Sanksi itu bertujuan menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Puluhan negara telah mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara dan menganggap Maduro melakukan kecurangan pemilu pada 2018.
"Sekitar 5.000 orang meninggalkan Venezuela setiap hari meski jumlahnya fluktuatif saat semakin banyak negara mengharuskan visa," ujar Stein.
Dia menambahkan, "Pengalaman krisis lain di dunia menunjukkan pada kami bahwa mereka ingin kembali ke Venezuela jika krisis politik diselesaikan hari ini, ini akan membutuhkan waktu dua tahun atau mungkin lebih."
Rencana respon kemanusiaan regional PBB sebesar USD739 juta pada tahun ini diperkirakan meningkat dua kali lipat pada 2020.
(sfn)