Erdogan Ancam Hancurkan Kepala Orang Kurdi Jika Tak Mundur

Minggu, 20 Oktober 2019 - 02:08 WIB
Erdogan Ancam Hancurkan...
Erdogan Ancam Hancurkan Kepala Orang Kurdi Jika Tak Mundur
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Sabtu mengancam akan menghancurkan kepala orang-orang Kurdi di Suriah jika mereka tidak menarik pasukannya atau mundur dari zona aman perbatasan.

Ancaman muncul ketika Turki dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi saling tuduh satu sama lain telah melanggar ketentuan gencatan senjata 120 jam yang ditengahi oleh Turki dan Amerika Serikat pada Kamis lalu.

Erdogan, dalam pidatonya di televisi, mengatakan orang-orang Kurdi akan dibantai jika mereka tidak mundur dari zona aman selebar 20 mil di sepanjang perbatasan Turki-Suriah pada Selasa malam.

"Kami akan mulai dari mana kami tinggalkan dan terus menghancurkan kepala para teroris," kata Erdogan mengacu pada milisi Kurdi.

Turki mengklaim bahwa pihaknya memenuhi ketentuan perjanjian gencatan senjata dan menuduh orang Kurdi melanggarnya. Menurut Kementerian Pertahanan Turki pasukan Kurdi melakukan 14 serangan provokatif di Ras al-Ayn dalam 36 jam.

Dave Eubank dari Free Burma Rangers—sebuah perusahaan militer swasta yang menyediakan bantuan medis darurat—berada di lokasi dekat kota perbatasan Ras al-Ayn di Suriah berusaha membantu Kurdi yang terperangkap dan terluka.

Eubank mengatakan kepada Fox News yang dilansir Minggu (20/10/2019) bahwa pertempuran belum berhenti dan gerakan di daerah itu sangat terbatas, meskipun ada niat gencatan senjata untuk menghentikan pertempuran guna memungkinkan waktu dan ruang bagi Kurdi Suriah mundur dari daerah itu.

Laporan Fox News yang mengutip seorang sumber militer senior mengatakan ribuan warga sipil Kurdi tinggal di area apa yang disebut sebagai zona penyangga.

"Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) yang didukung Turki masih menembak sepanjang malam," kata Eubank. "Sejauh ini sejak gencatan senjata, tidak ada serangan udara di sini, kecuali serangan artileri dan darat," ujarnya."

Sementara itu, SDF dalam sebuah pernyataan mengatakan tidak ada kemajuan nyata dalam menyelesaikan masalah di perbatasan timur laut Suriah.

Data dari kelompok pemantau perang Suriah, hingga hari Jumat lalu sudah ada 86 warga sipil yang terbunuh sejak Turki melancarkan serangan militernya ke Suriah pada 9 Oktober.

Erdogan mengklaim operasi militer Turki untuk menetralisir ancaman teror dan membangun zona aman. Setelah melakukan serangan udara, pasukan darat Turki kemudian menginvasi Suriah timur laut.

Hampir semua pasukan Amerika Serikat di Suriah timur laut telah dipindahkan dan akan dipindahtugaskan di kawasan lain dalam beberapa minggu mendatang.

AS telah bekerja sama dengan Kurdi untuk melawan ISIS di wilayah tersebut. Beberapa analis dan politisi mengkritik Presiden Donald Trump karena memindahkan pasukan Amerika, dengan mengatakan itu adalah "lampu hijau" bagi Ankara untuk menyerang Suriah dan memerangi Kurdi.

Trump mengatakan Turki telah berperang selama bertahun-tahun, dan AS tidak perlu melindungi Suriah yang dilanda perang karena letaknya 7.000 mil jauhnya.

Presiden Trump mengklaim ribuan nyawa telah diselamatkan di Suriah dan Turki karena gencatan senjata.
(mas)
Berita Terkait
Mengejutkan, Ocalan...
Mengejutkan, Ocalan Serukan PKK Letakkan Senjata dan Bubarkan Diri setelah Puluhan Tahun Melawan Turki
Bom Guncang Afrin Suriah,...
Bom Guncang Afrin Suriah, 40 Warga Sipil Tewas Termasuk 11 Anak
Erdogan Peringatkan...
Erdogan Peringatkan Operasi Baru di Suriah Jika Milisi Kurdi Tak Pergi
Erdogan: Turki Terus...
Erdogan: Turki Terus Perkuat Angkatan Bersenjatanya Jadi Terkuat di Dunia
AS: Operasi Militer...
AS: Operasi Militer Turki ke Suriah Mengancam Stabilitas Regional
Suriah Sebut Setiap...
Suriah Sebut Setiap Serangan Turki Sama dengan Kejahatan Perang
Berita Terkini
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
5 menit yang lalu
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
2 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
3 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
4 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
5 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
6 jam yang lalu
Infografis
Intelijen: Ukraina Akan...
Intelijen: Ukraina Akan Lenyap jika Tak Setuju Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved