Jet Tempur AS yang Dikerahkan ke Saudi Dilaporkan Jenis F-15

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 08:34 WIB
Jet Tempur AS yang Dikerahkan...
Jet Tempur AS yang Dikerahkan ke Saudi Dilaporkan Jenis F-15
A A A
WASHINGTON - Pentagon mengumumkan pengerahan ribuan tentara, dua skuadron jet tempur, dua baterai sistem pertahanan rudal Patriot dan sebuah sistem THAAD ke Arab Saudi. Pesawat tempur yang dikerahkan dilaporkan berjenis F-15.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper menegaskan bahwa pengerahan pasukan tambahan ini menjadi pesan yang ditujukan pada Iran. Pengerahan pasukan tambahan AS ini atas permintaan Komando Pusat AS.

"Sebagai hasil dari keprihatinan berdasarkan apa yang kami dengar dari mitra dan sekutu di kawasan itu tentang kelanjutan perilaku Iran," kata Esper.

"Kami pikir penting untuk terus mengerahkan pasukan, untuk menghalangi dan mempertahankan, dan mengirim pesan kepada Iran; Jangan menyerang negara berdaulat lain, jangan mengancam kepentingan atau pasukan Amerika, atau kami akan merespons," ujar Esper seperti dikutip Defense News, Sabtu (12/10/2019). (Baca: Sebar Pasukan Tambahan ke Arab Saudi, AS Kirim Pesan untuk Iran )

"Jangan salah (menilai) pengekangan diri (kami) sebagai kelemahan. Jika Anda mau, Anda akan menyesalinya," imbuh bos Pentagon tersebut.

Pengerahan pasukan itu diumumkan oleh Pentagon pada Jumat pagi waktu AS. Penyebaran pasukan tambahan ini menambah jumlah pasukan Amerika yang dikerahkan ke Kerajaan Arab Saudi menjadi 3.000 personel sejak serangan terhadap kilang minyak Aramco 14 September lalu.

Kepala Juru Bicara Departemen Pertahanan AS Jonathan Hoffman mengatakan Menteri Esper telah mengesahkan penyebaran dua skuadron tempur, sebuah sayap ekspedisi udara, dua baterai Patriot dan sebuah sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke wilayah Saudi. Meski tidak diumumkan secara resmi, skuadron tempur yang dikerahkan dilaporkan jenis F-15.

"Jelas bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan di wilayah Saudi," imbuh Esper. Dia memperingatkan bahwa AS memiliki pasukan siaga tambahan yang dapat memberikan peningkatan keamanan jika diperlukan.

Pengumuman Pentagon muncul sesaat setelah dua rudal menghantam sebuah kapal tanker minyak Iran di lepas pantai Jeddah, Arab Saudi di kawasan Laut Merah. Kantor berita Iran, IRNA, yang mengutip para analis melaporkan bahwa kapal tanker Sabity menjadi korban serangan teroris.

Kapal itu terbakar dan minyak yang dibawa tumpah di Laut Merah. Tak ada korban dari kru kapal Sabity.

Militer AS mengaku telah mengetahui laporan tentang serangan terhadap kapal tanker minyak Iran, namun menolak berkomentar lebih lanjut. Sedangkan Arab Saudi belum berkomentar sejak insiden terjadi.
(mas)
Berita Terkait
Jet-jet Tempur Arab...
Jet-jet Tempur Arab Saudi Kawal Pembom B-52H AS Penggertak Iran
Perkuat Kerja Sama,...
Perkuat Kerja Sama, Amerika Serikat akan Buat Rudal di Arab Saudi
Israel Melobi AS untuk...
Israel Melobi AS untuk Cegah Penjualan Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi
Qatar Berunding dengan...
Qatar Berunding dengan AS untuk Beli Jet Tempur F-35
Jet Tempur F-15 Arab...
Jet Tempur F-15 Arab Saudi Jatuh, 2 Awaknya Tewas
AS Tarik Rudal Patriot,...
AS Tarik Rudal Patriot, Arab Saudi Siap Kerahkan Sistem Rudalnya Sendiri
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
32 menit yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
1 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
1 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
2 jam yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
4 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara yang Menggunakan...
5 Negara yang Menggunakan Jet Tempur Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved