Jepang: China Jadi Ancaman Lebih Besar daripada Korut Bersenjata Nuklir

Jum'at, 27 September 2019 - 14:58 WIB
Jepang: China Jadi Ancaman...
Jepang: China Jadi Ancaman Lebih Besar daripada Korut Bersenjata Nuklir
A A A
TOKYO - Tinjauan pertahanan tahunan Jepang menyatakan militer China sebagai ancaman yang lebih besar bagi keamanannya daripada Korea Utara (Korut) yang memiliki rudal balistik berhulu ledak nuklir. Penilaian ini muncul dalam Defence White Paper (Buku Putih Pertahanan) Tokyo yang dirilis hari Kamis.

Tinjauan itu dibuat Jepang bersama sekutunya, Amerika Serikat (AS). Dalam Buku Putih Pertahanan tersebut, China untuk pertama kalinya menduduki peringkat kedua sebagai ancaman utama Jepang atau menggeser posisi Korut di posisi ketiga. Rusia, yang tetap dianggap oleh Tokyo sebagai ancaman utamanya selama Perang Dingin, berada di posisi keempat.

"Kenyataannya adalah bahwa China meningkatkan pengeluaran militer dengan cepat, sehingga orang dapat memahami bahwa kita membutuhkan lebih banyak lembaran," kata Menteri Pertahanan Taro Kono pada konferensi pers, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/9/2019). "China mengerahkan aset udara dan laut di Pasifik Barat dan melalui Selat Tsushima ke Laut Jepang dengan frekuensi yang lebih besar," katanya lagi.

Menurut Buku Putih Pertahanan Jepang, Tokyo telah meningkatkan pengeluaran pertahanan sepersepuluh selama tujuh tahun terakhir untuk melawan kemajuan militer Beijing dan Pyongyang, termasuk pertahanannya dalam melawan rudal Korea Utara yang bisa membawa hulu ledak nuklir.

Korea Utara telah melakukan peluncuran rudal jarak pendek tahun ini yang menurut Tokyo menunjukkan bahwa Pyongyang sedang mengembangkan proyektil untuk menghindari pertahanan rudal balistik Aegis.

Untuk tetap berada unggul di depan militer China, Jepang membeli pesawat tempur siluman buatan Amerika Serikat dan senjata canggih lainnya.

Dalam permintaan anggaran terbarunya, militer Jepang meminta 115,6 miliar yen untuk membeli sembilan pesawat tempur siluman F-35 Lockheed Martin, termasuk enam varian take-off pendek dan pendaratan vertikal (STOVL) untuk beroperasi dari kapal induk helikopter yang dikonversi.

Jet siluman, rudal pencegat buatan AS dan peralatan lainnya adalah bagian dari kenaikan 1,2 persen atau 5,32 triliun yen yang diusulkan dalam belanja pertahanan.

Sebagai perbandingan, pengeluaran militer China akan meningkat tahun ini sebesar 7,5 persen menjadi sekitar USD177 miliar dari tahun 2018, lebih dari tiga kali lipat dari Jepang. Beijing sedang mengembangkan berbagai senjata canggih seperti pesawat tempur siluman dan kapal induk yang membantunya memperluas jangkauan dan ruang lingkup operasi militer.
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Korea Selatan Krisis...
Korea Selatan Krisis Politik, Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik
Korea Utara Tembakkan...
Korea Utara Tembakkan 2 Rudal Balistik ke Laut Jepang
Wapres AS akan ke Korsel,...
Wapres AS akan ke Korsel, Korut Tembakan Rudal Balistik
AS Tanggapi Santai Peluncuran...
AS Tanggapi Santai Peluncuran Rudal Balistik Korea Utara
Korea Utara Tembakkan...
Korea Utara Tembakkan Dua Rudal Balistik di Lepas Pantai Timur
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
4 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
5 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
6 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
7 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
8 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
9 jam yang lalu
Infografis
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved