Singapura Perpanjang Izin bagi AS Gunakan Fasilitas Militer

Selasa, 24 September 2019 - 17:56 WIB
Singapura Perpanjang...
Singapura Perpanjang Izin bagi AS Gunakan Fasilitas Militer
A A A
NEW YORK - Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dilaporkan meneken perjanjian untuk memperbaharui MoU tentang penggunaan fasilitas militer Singapura oleh AS. Perjanjian ini membuat AS boleh menggunakan fasilitas militer Singapura untuk 15 tahun ke depan.

MoU tentang penggunaan fasilitas militer Singapura oleh AS pertama kali diteken AS dan Singapura tahun 1990. Perjanjian ini ditandatangi Perdana Menteri Lee Kuan Yew dan Wakil Presiden AS Dan Quayle dan merupakan kunci untuk memfasilitasi akses AS ke pangkalan udara dan Angkatan Laut Singapura.

Pasca menandatangani MoU tersebut, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, Lee mengatakan bahwa perjanjian itu merupakan refleksi dari kerja sama yang erat antara kedua negara.

"Kami telah memperbaruinya sekali sebelumnya, pada tahun 2005; dan kami sangat senang memperbaruinya sekali lagi, untuk memperpanjangnya selama 15 tahun ke depan," kata Lee, seperti dilansir Channel News Asia pada Selasa (24/9).

"Itu mencerminkan kerja sama kami yang sangat baik dalam hal-hal pertahanan antara AS dan Singapura, dan juga kerja sama yang lebih luas yang kami miliki di banyak bidang lain, di bidang keamanan, ekonomi, anti-terorisme, dan dalam budaya dan pendidikan juga," sambungnya.

Dia lalu mengatakan sangat senang dengan hubungan Singapura dan AS saat ini dan berharap untuk terus mengembangkanya. "Kami berharap itu juga akan menjadi sarana bagi AS untuk memperdalam keterlibatannya di Asia Tenggara dan kawasan Asia Pasifik," ungkapnya.

Kementerian Luar Negeri Singapura kemudian menuturkan bahwa pembaruan MoU adalah penegasan yang jelas atas komitmen bersama untuk hubungan pertahanan lama Singapura-AS.

"Kedua belah pihak menegaskan kembali kemajuan yang baik dari inisiatif pertahanan bilateral utama, dan menyambut keputusan Singapura untuk memperoleh empat F-35, dengan opsi untuk pembelian delapan pesawat lainnya di masa depan," kata kementerian itu.
(esn)
Berita Terkait
Wisata Menakjubkan di...
Wisata Menakjubkan di Sentosa Sensoryscape, Landmark Terbaru Singapura
Dubes Singapura Kwok...
Dubes Singapura Kwok Fook Seng Gelar Buka Puasa Bersama 70 Anak Yatim di Masjid Istiqlal
Singapore Dream Sudah...
Singapore Dream Sudah Mengalami Pergeseran, Apa Pemicunya?
Pemilu Singapura seperti...
Pemilu Singapura seperti Sandiwara, Hanya Melanggengkan Kekuasaan PAP
PM Singapura Akan Serahkan...
PM Singapura Akan Serahkan Kepemimpinan PAP Kepada Lawrence Wong
Politikus Muslim Ini...
Politikus Muslim Ini Ungkap Rahasia Kesuksesan Singapura
Berita Terkini
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
16 menit yang lalu
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
1 jam yang lalu
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
2 jam yang lalu
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
4 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
6 jam yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
6 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved