Trump Ancam Akan Bebaskan Anggota ISIS di Perbatasan Eropa
Sabtu, 21 September 2019 - 07:39 WIB
Trump Ancam Akan Bebaskan Anggota ISIS di Perbatasan Eropa
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam akan membebaskan tahanan ISIS di perbatasan Eropa jika Prancis, Jerman dan negara-negara lain tidak memulangkan kembali warga negaranya yang ditangkap.
"Saya mengalahkan Kekhalifahan," kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval saat pertemuan dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison.
"Dan sekarang kita memiliki ribuan tawanan perang, pejuang ISIS," kata Trump menggunakan salah satu akronim untuk kelompok ekstremis Islam itu.
"Kami meminta negara-negara asal mereka, dari Eropa, kami meminta mereka untuk mengambil kembali para tawanan perang ini," ujar Trump.
"Dan mereka dapat mencobanya, melakukan apa yang mereka inginkan. Sejauh ini, mereka telah menolak," sambung Trump, merujuk pada Jerman dan Prancis.
"Dan pada titik tertentu, saya harus mengatakan, 'Maaf, tetapi Anda mengambilnya kembali atau kami akan membiarkan mereka pergi di perbatasan Anda,'" ancamnya.
"Karena Amerika Serikat tidak akan memiliki ribuan dan ribuan orang yang telah kami tangkap ditempatkan di Teluk Guantanamo, ditahan di Teluk Guantanamo, selama 50 tahun ke depan dan kami menghabiskan miliaran dan miliaran dolar," kata Trump.
"Kami telah melakukan bantuan luar biasa bagi Eropa," lanjut Trump.
"Jika mereka tidak mengambilnya kembali, kita mungkin akan menempatkan mereka di perbatasan dan kemudian mereka harus menangkap mereka lagi," tukas Trump seperti dikutip dari AFP, Sabtu (21/9/2019).
Trump membuat ancaman serupa sekitar sebulan yang lalu ketika dia mengeluh tentang keengganan negara-negara Eropa untuk mengambil kembali warga negara mereka yang ditangkap. (Baca juga: Trump Ancam Bebaskan Ribuan Anggota ISIS ke Negara Asalnya )
Saat ini ribuan pejuang ISIS yang ditangkap, termasuk banyak orang Eropa, ditahan di kamp-kamp di Suriah.
"Saya mengalahkan Kekhalifahan," kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval saat pertemuan dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison.
"Dan sekarang kita memiliki ribuan tawanan perang, pejuang ISIS," kata Trump menggunakan salah satu akronim untuk kelompok ekstremis Islam itu.
"Kami meminta negara-negara asal mereka, dari Eropa, kami meminta mereka untuk mengambil kembali para tawanan perang ini," ujar Trump.
"Dan mereka dapat mencobanya, melakukan apa yang mereka inginkan. Sejauh ini, mereka telah menolak," sambung Trump, merujuk pada Jerman dan Prancis.
"Dan pada titik tertentu, saya harus mengatakan, 'Maaf, tetapi Anda mengambilnya kembali atau kami akan membiarkan mereka pergi di perbatasan Anda,'" ancamnya.
"Karena Amerika Serikat tidak akan memiliki ribuan dan ribuan orang yang telah kami tangkap ditempatkan di Teluk Guantanamo, ditahan di Teluk Guantanamo, selama 50 tahun ke depan dan kami menghabiskan miliaran dan miliaran dolar," kata Trump.
"Kami telah melakukan bantuan luar biasa bagi Eropa," lanjut Trump.
"Jika mereka tidak mengambilnya kembali, kita mungkin akan menempatkan mereka di perbatasan dan kemudian mereka harus menangkap mereka lagi," tukas Trump seperti dikutip dari AFP, Sabtu (21/9/2019).
Trump membuat ancaman serupa sekitar sebulan yang lalu ketika dia mengeluh tentang keengganan negara-negara Eropa untuk mengambil kembali warga negara mereka yang ditangkap. (Baca juga: Trump Ancam Bebaskan Ribuan Anggota ISIS ke Negara Asalnya )
Saat ini ribuan pejuang ISIS yang ditangkap, termasuk banyak orang Eropa, ditahan di kamp-kamp di Suriah.
(ian)