Kanselir Jerman Tegaskan Tolak Rencana Netanyahu Caplok Tepi Barat
Rabu, 18 September 2019 - 16:13 WIB
Kanselir Jerman Tegaskan Tolak Rencana Netanyahu Caplok Tepi Barat
A
A
A
BERLIN - Kanselir Jerman, Angela Merkel menegaskan, Berlin sepenuhnya menolak rencana Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat, Palestina. Rencana itu adalah salah satu janji kampanye Netanyahu.
Berbicara pasca melakukan pertemuan dengan pemimpin Yordaia, Raja Abdullah II di Berlin, Merkel mengatakan rencana tersebut akan merusak upaya damai Israel-Palestina. Dia lalu menegaskan, Jerman sepenuhnya mendukung solusi dua negara, sebagai satu-satunya solusi penyelesaikan konflik Israel-Palestina.
"Pemerintah Jerman mendukung solusi perdamaian yang dinegosiasikan secara internasional dalam arti solusi dua negara, aneksasi selalu merugikan solusi perdamaian. Hal itu tidak membantu dan oleh karena itu kami tidak setuju," kata Merkel dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, seperti dilansir Reuters pada Rabu (18/9), pada gilirannya Raja Abdullah menggambarkan rencana yang diumumkan Netanyahu sebagai bencana besar bagi setiap upaya untuk mendorong dicapainya solusi dua negara.
"Rencana yang diumumkan oleh Netanyahu, yang menghadapi pemilihan yang diperjuangkan dengan ketat, adalah bencana bagi setiap upaya untuk mendorong solusi dua negara ke depan," ucap pemimpin Yordania itu.
Berbicara pasca melakukan pertemuan dengan pemimpin Yordaia, Raja Abdullah II di Berlin, Merkel mengatakan rencana tersebut akan merusak upaya damai Israel-Palestina. Dia lalu menegaskan, Jerman sepenuhnya mendukung solusi dua negara, sebagai satu-satunya solusi penyelesaikan konflik Israel-Palestina.
"Pemerintah Jerman mendukung solusi perdamaian yang dinegosiasikan secara internasional dalam arti solusi dua negara, aneksasi selalu merugikan solusi perdamaian. Hal itu tidak membantu dan oleh karena itu kami tidak setuju," kata Merkel dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, seperti dilansir Reuters pada Rabu (18/9), pada gilirannya Raja Abdullah menggambarkan rencana yang diumumkan Netanyahu sebagai bencana besar bagi setiap upaya untuk mendorong dicapainya solusi dua negara.
"Rencana yang diumumkan oleh Netanyahu, yang menghadapi pemilihan yang diperjuangkan dengan ketat, adalah bencana bagi setiap upaya untuk mendorong solusi dua negara ke depan," ucap pemimpin Yordania itu.
(esn)