Trump: AS Kokang Senjata untuk Merespons Serangan Minyak Saudi

Senin, 16 September 2019 - 07:31 WIB
Trump: AS Kokang Senjata...
Trump: AS Kokang Senjata untuk Merespons Serangan Minyak Saudi
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tahu siapa dalang di balik serangan pesawat nirawak (drone) terhadap kilang minyak Arab Saudi. Menurutnya, senjata Washington siap dikokang dan diisi untuk merespons serangan tersebut.

Kendati demikian, jadi tidaknya aksi militer Amerika tergantung dari konfirmasi dari Riyadh.

"Pasokan minyak Arab Saudi diserang. Ada alasan untuk percaya bahwa kita tahu pelakunya, (senjata) dikokang dan diisi tergantung pada verifikasi, tetapi sedang menunggu untuk mendengar dari Kerajaan (Arab Saudi) tentang siapa yang mereka percaya adalah penyebab serangan ini, dan dengan ketentuan apa kita akan melanjutkan!," tulis Trump di Twitter.

"Cukup minyak," lanjut Trump yang dikutip dari akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Senin (16/9/2019).

Meskipun serangan terhadap dua fasilitas minyak Arab Saudi diklaim oleh pemberontak Houthi Yaman, Washington tetap menuduh Iran sebagai pelakunya. Menurut AS, serangan itu terlalu kompleks dan terlalu dahsyat untuk dikoordinasikan oleh para pemberontak.

Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Reuters bahwa intelijen AS percaya serangan itu dihasilkan dari arah Irak dan Iran, bukan dari daerah yang dikendalikan oleh Houthi Yaman.

Komentar Trump muncul tak lama setelah ia menyalakan "lampu hijau" pelepasan cadangan minyak darurat AS jika perlu untuk mengimbangi penurunan lima puluh persen produksi oleh Saudi Aramco, perusahaan minyak negara Arab Saudi yang pabrik pengolahan minyak terbesarnya, Abqaiq, lumpuh akibat serangan pada Sabtu pagi .

Riyadh sejauh ini tidak mengidentifikasi nama pelaku. Saudi hanya menyebut serangan drone sebagai "serangan teroris" yang bertujuan mengganggu pasokan minyak global.

Sementara itu, Teheran telah menolak tuduhan bahwa Iran terlibat dalam serangan tersebut. Menurut Iran, Amerika Serikat membuat kebohongan maksimal dan negara para Mullah itu menyatakan siap untuk melindungi diri jika terjadi perang.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kunjungi...
Donald Trump Kunjungi Arab Saudi, Perkuat Kerjasama Ekonomi dan Keamanan
Donald Trump Jr: China...
Donald Trump Jr: China Tak Terintimidasi Militer Amerika Serikat
Trump Pecat Inspektur...
Trump Pecat Inspektur Jenderal yang Selidiki Penjualan Senjata ke Saudi
GERTAKAN TRUMP GAGAL:...
GERTAKAN TRUMP GAGAL: Iran Terus Gempur Aset Militer Amerika!
Amerika-Saudi Selesaikan...
Amerika-Saudi Selesaikan Latihan Kontra Drone di Pusat Pengujian Militer Riyadh
Terungkap, Trump Tiba-tiba...
Terungkap, Trump Tiba-tiba Hentikan Project Freedom karena Arab Saudi Marah
Berita Terkini
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
39 menit yang lalu
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
1 jam yang lalu
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
3 jam yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
4 jam yang lalu
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
5 jam yang lalu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved