Sengketa LCS, Jinping Rayu Duterte dengan Kontrak Minyak dan Gas

Jum'at, 13 September 2019 - 03:22 WIB
Sengketa LCS, Jinping...
Sengketa LCS, Jinping Rayu Duterte dengan Kontrak Minyak dan Gas
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan ia ditawari saham dalam kesepakatan energi bersama oleh Presiden China Xi Jinping. Itu sebagai imbalan karena mengabaikan putusan arbitrase internasional yang menguntungkan Manila terkait sengketa di Laut China Selatan (LCS).

Pada tahun 2016, pengadilan di Den Haag memutuskan mendukung Filipina dalam sengketa maritim. Dalam putusannya, Arbitrase Internasional menyimpulkan bahwa China tidak memiliki dasar hukum untuk mengklaim hak bersejarah atas sebagian besar Laut Cina Selatan.

Duterte mengatakan Jinping telah menjanjikannya saham mayoritas dalam usaha eksplorasi minyak dan gas gabungan yang dapat jatuh dalam Zona Ekonomi Eksklusif Manila (EEZ), jika Filipina mengabaikan keputusan oleh Pengadilan Arbitrase.

"Sisihkan putusan arbitrase," kata Duterte, mengutip Xi.

"Sisihkan klaimmu. Kemudian izinkan semua orang terhubung dengan perusahaan China. Mereka ingin mengeksplorasi dan jika ada sesuatu, kata mereka, kami akan cukup ramah untuk memberi Anda 60%, mereka hanya akan mendapat 40%. Itulah janji Xi Jinping," kata Duterte seperti dikutip dari CNN, Jumat (13/9/2019).

Duterte mengeluarkan pernyataan ini setelah ia bertemu dengan Jinping di Beijing minggu lalu. Menurut kantor berita pemerintah China Xinhua, Jinping mengatakan kedua negara dapat mengambil "langkah lebih besar" dalam eksplorasi minyak dan gas lepas pantai bersama.

"Selama kedua pihak menangani masalah Laut China Selatan dengan baik, suasana hubungan bilateral akan baik, fondasi hubungan akan stabil, dan perdamaian dan stabilitas regional akan memiliki jaminan penting," kata Jinping kala itu.

Sementara itu dalam jumpa pers, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying tidak mengomentari langsung tawaran yang dilaporkan. Namun ia mengatakan Filipina siap untuk mempercepat kerja sama dengan China dalam eksploitasi bersama minyak dan gas.

"Kedua pihak mengumumkan pembentukan komite pengarah bersama antar pemerintah dan kelompok kerja antara perusahaan terkait dari kedua negara pada kerja sama minyak dan gas," ujarnya.

Beijing mengklaim sejumlah besar wilayah di Laut China Selatan, tumpang tindih dengan klaim dari Filipina, Vietnam, Brunei, dan Malaysia.
(ian)
Berita Terkait
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Filipina: Dunia Dukung...
Filipina: Dunia Dukung Kami, China Sendirian
Sejarah Konflik China-Filipina...
Sejarah Konflik China-Filipina dalam Sengketa Laut China Selatan
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
35 menit yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
1 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
1 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
2 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved