Dewan HAM PBB Nyatakan Kekhawatiran atas Situasi di Kashmir

Selasa, 10 September 2019 - 01:53 WIB
Dewan HAM PBB Nyatakan...
Dewan HAM PBB Nyatakan Kekhawatiran atas Situasi di Kashmir
A A A
JENEWA - Komisaris Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet menyatakan kekhawatiran atas situasi di Kashmir. Pernyataan ini datang menyusul keputusan India untuk mencabut status otonom wilayah mayoritas Muslim bulan lalu.

"Saya sangat prihatin tentang dampak dari tindakan baru-baru ini oleh pemerintah India pada HAM Kashmir," kata dachelet dalam pernyataan pembukaannya kepada Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss.

"Beberapa antara lain untuk pembatasan komunikasi internet dan pertemuan damai, dan penahanan para pemimpin politik lokal dan aktivis," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasaa (10/9).

Bachelet mengatakan dia mendesak India dan Pakistan untuk memastikan bahwa hak-hak di kawasan itu dihormati dan dilindungi. Tetapi, dia mengatakan telah meminta secara khusus ke India untuk mengurangi pengekangan dan jam malam saat ini, untuk memastikan akses orang ke layanan dasar, dan bahwa semua hak proses yang adil dihormati untuk mereka yang telah ditahan.

"Adalah penting bahwa masyarakat Kashmir dikonsultasikan dan dilibatkan dalam setiap proses pengambilan keputusan yang berdampak pada masa depan mereka," katanya.

India memberlakukan tindakan keras militer terhadap Kashmir mulai 5 Agustus untuk mencegah kerusuhan ketika New Delhi mencabut otonomi daerah yang disengketakan, dengan jaringan telepon seluler dan internet masih terputus di semua kecuali beberapa kantong.

Kashmir, terpecah antara India dan Pakistan sejak 1947, telah memicu dua perang besar dan bentrokan yang tak terhitung jumlahnya antara kedua musuh bebuyutan bersenjata nuklir itu.

Kashmir yang dikelola India telah menyaksikan pemberontakan bersenjata berusia puluhan tahun terhadap pemerintahan India dengan puluhan ribu, kebanyakan warga sipil, terbunuh.
(esn)
Berita Terkait
Kowani Hadiri Sidang...
Kowani Hadiri Sidang CSW ke-67 di Markas PBB
5 Syarat Menjadi Sekjen...
5 Syarat Menjadi Sekjen PBB, Salah Satunya Memiliki Jaringan dan Pergaulan Internasional
4 Tugas Berat Sekjen...
4 Tugas Berat Sekjen PBB, dari CEO hingga Penjaga Perdamaian
Siapa Saja Sekjen PBB...
Siapa Saja Sekjen PBB dari Masa ke Masa? 2 Orang Berasal dari Asia
Dinilai Sudah Tak Berfungsi,...
Dinilai Sudah Tak Berfungsi, Sekjen PBB Serukan Reformasi Lembaga Multilateral Dunia
Belum Bayar Iuran PBB,...
Belum Bayar Iuran PBB, Iran Terancam Kehilangan Hak Suara
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
3 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
3 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
4 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
6 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
7 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved