Militer Israel Akui Drone Mereka Hilang di Lebanon
Senin, 09 September 2019 - 18:47 WIB
Militer Israel Akui Drone Mereka Hilang di Lebanon
A
A
A
TEL AVIV - Seorang pejabat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) membenarkan bahwa salah satu drone milik mereka telah hilang di wilayah Lebanon. Pejabat tersebut mengatakan, tidak ada info sensitif yang tersimpan di dalam drone tersebut.
"Drone itu melakukan pekerjaan rutin dan jatuh di sisi Libanon. Tidak ada risiko kebocoran data," kata sumber itu yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir Sputnik pada Senin (9/9).
Sebelumnya, Hizbullah mengklaim telah menjatuhkan sebuah pesawat tak berawak Israel, setelah melintasi perbatasan Lebanon.
Menurut Hizbullah, drone Zionis yang jatuh kini berada di tangan mereka. Sekutu Iran itu mengklaim menjatuhkan drone tersebut dengan "senjata yang tepat" ketika terbang menuju kota Ramyah, Lebanon. Tak dijelaskan senjata yang dimaksud kelompok itu.
Hizbullah dan tentara Israel telah saling serang di perbatasan kedua negara seminggu yang lalu setelah pesawat tak berawak Israel menyerang pinggiran kota Beirut yang dikontrol Hizbullah. Aksi saling serang itu merupakan yang pertama sejak kedua pihak perang sengit tahun 2006.
Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menyalahkan Israel atas serangan drone Zionis dan bersumpah bahwa kelompoknya akan menargetkan pesawat tanpa awak Israel yang memasuki wilayah udara Lebanon.
Nasrallah mengatakan serangan drone tersebut telah meluncurkan "fase baru" di mana Hizbullah tidak lagi memiliki garis merah terhadap Israel.
Tak mau kalah, Israel bersumpah akan terus bertindak dengan menyerang fasilitas produksi rudal presisi Iran untuk Hizbullah.
"Drone itu melakukan pekerjaan rutin dan jatuh di sisi Libanon. Tidak ada risiko kebocoran data," kata sumber itu yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir Sputnik pada Senin (9/9).
Sebelumnya, Hizbullah mengklaim telah menjatuhkan sebuah pesawat tak berawak Israel, setelah melintasi perbatasan Lebanon.
Menurut Hizbullah, drone Zionis yang jatuh kini berada di tangan mereka. Sekutu Iran itu mengklaim menjatuhkan drone tersebut dengan "senjata yang tepat" ketika terbang menuju kota Ramyah, Lebanon. Tak dijelaskan senjata yang dimaksud kelompok itu.
Hizbullah dan tentara Israel telah saling serang di perbatasan kedua negara seminggu yang lalu setelah pesawat tak berawak Israel menyerang pinggiran kota Beirut yang dikontrol Hizbullah. Aksi saling serang itu merupakan yang pertama sejak kedua pihak perang sengit tahun 2006.
Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menyalahkan Israel atas serangan drone Zionis dan bersumpah bahwa kelompoknya akan menargetkan pesawat tanpa awak Israel yang memasuki wilayah udara Lebanon.
Nasrallah mengatakan serangan drone tersebut telah meluncurkan "fase baru" di mana Hizbullah tidak lagi memiliki garis merah terhadap Israel.
Tak mau kalah, Israel bersumpah akan terus bertindak dengan menyerang fasilitas produksi rudal presisi Iran untuk Hizbullah.
(esn)