Alasan Kemanusiaan, Iran Bebaskan 7 Awak Kapal Tanker Inggris

Kamis, 05 September 2019 - 13:18 WIB
Alasan Kemanusiaan,...
Alasan Kemanusiaan, Iran Bebaskan 7 Awak Kapal Tanker Inggris
A A A
TEHERAN - Iran akan membebaskan tujuh dari 23 awak kapal tanker minyak berbendera Inggris yang ditangkap di Selat Hormuz pada bulan Juli lalu. Kapal itu ditangkap setelah dituduh melanggar undang-undang Iran.

Sementara prosedur persidangan terhadap kapal tanker Stena Impero masih berlangsung, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah bahwa beradasarkan "kebijakan manusiawi" kapten kapal telah diminta untuk membiarkan beberapa awak kembali ke rumah.

"Kapten kapal kemudian memilih tujuh pelaut yang merupakan warga negara India untuk menjadi orang yang harus pergi," kata Mousavi seperti dikutip dari Fox News, Kamis (5/9/2019).

Erik Hanell, CEO perusahaan ekspedisi Swedia Stena Bulk yang memiliki Stena Impero, mengatakan tidak jelas kapan ketujuh awak kapalnya akan dibebaskan. Sedangkan 16 anggota awak yang tersisa masih tinggal di atas kapal.

"Cobaan mereka mungkin akan segera berakhir, dan mereka dapat kembali ke keluarga mereka, namun, kami dengan hati-hati menunggu konfirmasi resmi tanggal rilis mereka," kata Hannell

Ia menambahkan pengumuman itu adalah langkah positif dalam perjalanan untuk membebaskan semua kru yang tersisa, yang selalu menjadi perhatian dan fokus utama pihaknya.

Stena Impero dan krunya ditahan setelah pihak berwenang di wilayah Inggris, Gibraltar, menangkap sebuah kapal tanker Iran yang dikatakan membawa bahan bakar ke Suriah yang melanggar sanksi Uni Eropa atas penjualan minyak ke Damaskus. Kapal Iran - Adrian Darya 1 - kemudian dibebaskan setelah ditahan selama berminggu-minggu dan kemudian mematikan suar pelacaknya.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rhouhani mengulangi ancaman bahwa Teheran akan mengambil langkah-langkah tambahan dari perjanjian nuklir 2015 pada hari Jumat dan mempercepat kegiatan nuklir jika Eropa gagal menghasilkan solusi yang memungkinkan Iran untuk menjual minyaknya di luar negeri setelah eskalasi sanksi AS.
(ian)
Berita Terkait
Inggris Nilai Embargo...
Inggris Nilai Embargo Senjata Bisa Jadi 'Senjata' Tekan Iran
Suasana Terkini Stadion...
Suasana Terkini Stadion Khalifa Jelang Laga Inggris vs Iran di Piala Dunia 2022 Qatar
Inggris-Prancis Kutuk...
Inggris-Prancis Kutuk Sikap Keras Iran pada Demonstran
Iran Bongkar Jaringan...
Iran Bongkar Jaringan Demonstran Asing, Tuding Inggris Terlibat
Inggris Ikut Gempur...
Inggris Ikut Gempur Iran, Teheran: Membahayakan Nyawa Warganya
Prancis, Jerman, dan...
Prancis, Jerman, dan Inggris Siap Gabung Perang Keroyok Iran
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
30 menit yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
1 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
1 jam yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
3 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
3 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved