Eskalasi di LCS Bikin Trio Eropa Prihatin

Jum'at, 30 Agustus 2019 - 02:34 WIB
Eskalasi di LCS Bikin...
Eskalasi di LCS Bikin Trio Eropa Prihatin
A A A
LONDON - Inggris, Jerman dan Prancis khawatir bahwa situasi di Laut China Selatan (LCS) dapat mengganggu kestabilan kawasan. Begitu bunyi pernyataan bersama ketiga negara yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Inggris.

"Kami prihatin dengan situasi di Laut China Selatan yang dapat menyebabkan ketidakamanan dan ketidakstabilan di wilayah tersebut," begitu bunyi pernyataan bersama ketiganya yang dikutip dari Sputnik, Jumat (30/8/2019).

Mereka pun meminta semua negara di kawasan itu untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan dan menjaga perdamaian dan keselamatan di wilayah tersebut.

"Termasuk yang menyangkut hak-hak negara pantai di perairan mereka dan kebebasan serta hak navigasi di dalam dan di luar penerbangan di atas Laut China Selatan," kata pernyataan itu.

Ketiganya mencatat bahwa sebagai pihak pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut, mereka diinvestasikan untuk memastikan bahwa perjanjian tersebut diterapkan secara komprehensif.

"(Konvensi ini) menetapkan kerangka hukum yang komprehensif di mana semua kegiatan di lautan dan lautan termasuk di Laut China Selatan harus dilakukan dan yang menyediakan dasar untuk kerja sama nasional, regional dan global dalam domain maritim," kata pernyataan itu.

Mayoritas pulau di Laut China Selatan dikendalikan oleh Beijing, tetapi wilayah ini juga diklaim oleh beberapa negara lain termasuk Vietnam, Brunei, Kamboja, dan Filipina.

China percaya bahwa Filipina dan Vietnam sengaja menggunakan dukungan Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan ketegangan di kawasan itu.

Departemen Luar Negeri AS, pada gilirannya, menuduh China mencampuri kegiatan minyak dan gas Vietnam di Laut China Selatan dan mempertanyakan komitmen Beijing untuk menyelesaikan sengketa maritim secara damai.

Pada tahun 2016, panel arbitrase internasional di Den Haag menolak klaim China untuk memiliki seluruh Laut China Selatan. China menolak keputusan itu dan telah membangun pangkalan militer di kedua sisi laut untuk menegakkan klaimnya.

AS sering menentang China dengan mengirimkan kapal perang melalui Laut China Selatan dalam apa yang disebut kebebasan navigasi.
(ian)
Berita Terkait
Inggris, Prancis, dan...
Inggris, Prancis, dan Jerman Kecam Klaim China Atas Laut China Selatan
Jerman Ancam China:...
Jerman Ancam China: Misi Angkatan Laut Terbaru Hanyalah Penggoda
Jerman akan Kerahkan...
Jerman akan Kerahkan 2 Kapal Perang ke Indo-Pasifik
Tantang China di LCS,...
Tantang China di LCS, Kapal Perang Prancis Berlabuh di Vietnam
China Tolak Kunjungan...
China Tolak Kunjungan Kapal Perang Jerman karena Berlayar di Laut China Selatan
Inggris Akan Kerahkan...
Inggris Akan Kerahkan Kapal Induk Melawan China, Ini Reaksi Beijing
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
6 jam yang lalu
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
7 jam yang lalu
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
8 jam yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
9 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
10 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved