Hizbullah: Perang Baru dengan Israel Tidak Akan Terjadi
Rabu, 28 Agustus 2019 - 17:53 WIB
Hizbullah: Perang Baru dengan Israel Tidak Akan Terjadi
A
A
A
BEIRUT - Wakil pemimpin Hizbullah, Sheikh Naim Qassem mengatakan, pihaknya siap untuk mengambil langkah balasan terhadap Israel, atas serangan drone pada akhir pekan lalu. Namun, dia menyebut perang baru antara Hizbullah dan Israel tidak akan terjadi.
"Saya mengesampingkan bahwa atmosfernya adalah perang, ini hanyalah respons terhadap serangan. Semuanya akan diputuskan pada waktunya," kata Sheikn Naim dalam sebuahpernyataan, seperti dilansir Reuters pada Rabu (28/8).
Dia kemudian mengatakan, Hizbullah menganggap itu serangan yang harus ditanggapi, sehingga Israel tidak mengganggu status quo dan menetapkan ketentuannya sendiri. "Kami ingin serangan itu menjadi kejutan, sehingga tidak ada minat untuk menyelami rinciannya. Hari-hari mendatang akan mengungkapkan ini," ungkapnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia menuturkan, Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri telah meminta Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov untuk mencegah meningkatnya ketegangan Israel-Lebanon. Permintaan itu disampaikan Hariri saat melakukan pembicaraan telepon dengan Lavrov.
Kementerian Luar Negeri Rusia menuturkan, Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri telah meminta Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov untuk mencegah meningkatnya ketegangan Israel-Lebanon. Permintaan itu disampaikan Hariri saat melakukan pembicaraan telepon dengan Lavrov.
Sementara itu, Presiden Lebanon, Michel Aoun menyamakan serangan pesawat drone Israel di wilayahnya dengan deklarasi perang. Dia menegaskan, Beirut memiliki hak untuk mempertahankan diri.
"Saya mengesampingkan bahwa atmosfernya adalah perang, ini hanyalah respons terhadap serangan. Semuanya akan diputuskan pada waktunya," kata Sheikn Naim dalam sebuahpernyataan, seperti dilansir Reuters pada Rabu (28/8).
Dia kemudian mengatakan, Hizbullah menganggap itu serangan yang harus ditanggapi, sehingga Israel tidak mengganggu status quo dan menetapkan ketentuannya sendiri. "Kami ingin serangan itu menjadi kejutan, sehingga tidak ada minat untuk menyelami rinciannya. Hari-hari mendatang akan mengungkapkan ini," ungkapnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Rusia menuturkan, Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri telah meminta Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov untuk mencegah meningkatnya ketegangan Israel-Lebanon. Permintaan itu disampaikan Hariri saat melakukan pembicaraan telepon dengan Lavrov.
Kementerian Luar Negeri Rusia menuturkan, Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri telah meminta Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov untuk mencegah meningkatnya ketegangan Israel-Lebanon. Permintaan itu disampaikan Hariri saat melakukan pembicaraan telepon dengan Lavrov.
Sementara itu, Presiden Lebanon, Michel Aoun menyamakan serangan pesawat drone Israel di wilayahnya dengan deklarasi perang. Dia menegaskan, Beirut memiliki hak untuk mempertahankan diri.
(esn)