Bos Pentagon Ragu Kim Jong-un Rela Serahkan Senjata Nuklirnya

Jum'at, 23 Agustus 2019 - 02:17 WIB
Bos Pentagon Ragu Kim...
Bos Pentagon Ragu Kim Jong-un Rela Serahkan Senjata Nuklirnya
A A A
WASHINGTON - Kepala Pentagon atau Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Mark Esper menyampaikan keraguannya tentang kemungkinan bahwa rezim Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong-un akan sepenuhnya melakukan denuklirisasi.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Menteri Pertahanan yang baru dilantik itu ditanyai apakah Kim Jong-un akan rela menyerahkan senjata nuklirnya .

"Ya, para ahli mungkin akan memberi tahu Anda bahwa itu mungkin tidak, tapi kita akan lihat," katanya, sambil menggambarkan paralel antara prospek denuklirisasi Korut dan runtuhnya Uni Soviet.

"Tumbuh pada tahun 1970-an dan 1980-an, saya tidak pernah berpikir kita akan melihat Uni Soviet runtuh, tetapi ternyata begitu," katanya.

Kendati demikian, Esper mencatat bahwa Pyongyang di atas kertas sudah berkomitmen untuk bekerja menuju denuklirisasi penuh.

Sejak pertemuan puncak di Singapura tahun lalu antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump, Para pejabat Washington secara konsisten menekankan pandangan mereka bahwa pemimpin muda Korea Utara itu bersedia melakukan denuklirisasi.

Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo baru-baru ini juga mengklaim bahwa AS dan Korea Utara melihat langsung mengenai definisi denuklirisasi dan Kim Jong-un akan membuat janji untuk melakukan denuklirisasi negaranya dengan imbalan masa depan ekonomi yang lebih cerah yang difasilitasi oleh Washington.

Namun penokohan dari pemahaman bersama tentang proses ini kontras dengan keadaan pembicaraan yang macet antara kedua negara, serta klaim oleh Korea Utara bahwa AS mempromosikan pembacaan yang salah tentang jenis denuklirisasi yang disepakati dalam pertemuan puncak di Singapura.

Mirip dengan AS, pemerintah Korea Selatan juga secara konsisten mengklaim bahwa Kim JOng-un bersedia untuk menyerahkan senjata nuklirnya dengan imbalan manfaat ekonomi.

Bos Pentagon menyikapi masalah itu dengan lebih skeptis. Ditanya apakah dia mempercayai Kim Jong-un, dia menjawab; "Tidak.". Dia menekankan perlunya kedua negara untuk memiliki perjanjian yang dapat diverifikasi.

Namun dia juga membela proses diplomatik yang sedang berlangsung antara kedua negara, serta menegaskan kembali klaim AS baru-baru ini bahwa mereka tidak khawatir dengan serentetan uji coba rudal Korea Utara dalam beberapa pekan terakhir.

"Ketika saya datang ke pemerintahan (Trump) pada akhir 2017...kami berada di jalan menuju perang pada waktu itu," kata Esper. "Sekarang kita berada di jalur diplomatik."

"Saya pikir kekhawatiran terbesar kami adalah dengan uji (rudal) jarak jauh yang sedang dilakukan," ujarnya, membantah bahwa AS tidak pantas untuk terus mengupayakan pembicaraan setelah enam tes senjata oleh Pyongyang dalam sebulan terakhir.

"Saya pikir Anda perlu melihat gambar yang lebih besar," katanya, dikutip dari Fox News, Kamis (22/8/2019).
(mas)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Dipantau Kim Jong-un,...
Dipantau Kim Jong-un, Korea Utara Simulasikan Serangan Balik Nuklir
Adik Kim Jong-un: AS...
Adik Kim Jong-un: AS Harus Akui Korea Utara sebagai Negara Nuklir
Korea Utara Tembakkan...
Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua, Unjuk Kekuatan Kim Jong-un
Donald Trump Angkat...
Donald Trump Angkat Bicara Soal Kondisi Kim Jong-un
Rentetan Tes Rudal Korut...
Rentetan Tes Rudal Korut Ternyata Simulasi Menghujani Korsel dengan Nuklir
Berita Terkini
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
7 menit yang lalu
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
57 menit yang lalu
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
3 jam yang lalu
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
3 jam yang lalu
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
5 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved