Baku Tembak Militer India dan Pakistan Pecah di Kashmir, 10 Tewas

Kamis, 15 Agustus 2019 - 22:11 WIB
Baku Tembak Militer...
Baku Tembak Militer India dan Pakistan Pecah di Kashmir, 10 Tewas
A A A
ISLAMABAD - Delapan personil militer India dan Pakistan tewas di tengah pertempuran sengit di sepanjang perbatasan Line of Control (LoC) yang rapuh antara dua negara pada Kamis (15/8/2019). Militer Pakistan mengatakan bahwa korban tewas itu disebabkan oleh dua insiden terpisah. Korban tewas termasuk tiga tentara Pakistan.

"Lima tentara India juga terbunuh, dengan banyak yang terluka dan bunker-bunker mereka rusak," klaim militer Pakistan, menambahkan baku tembak terus berlanjut seperti dikutip dari Sputnik.

Dalam insiden terpisah, dua warga sipil juga dilaporkan tewas dan satu lainnya cedera dalam baku tembak di distrik Rawalakot, kata seorang pejabat senior kepada AFP.

India sendiri belum mengomentari laporan tersebut.

India dan Pakistan telah berperang dua kali atas Kashmir, yang terbagi ketika keduanya mendeklarasikan kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1947. Masing-masing pihak mengklaim kedaulatan atas keseluruhan wilayah.

Ketegangan di Kashmir meningkat pada Februari, setelah serangan teroris menewaskan empat puluh personel keamanan India di wilayah itu. New Delhi menuduh Pakistan melindungi kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaeda yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan melancarkan serangan udara lintas perbatasan di kamp-kampnya.

Serangan-serangan ini meningkat menjadi pertempuran kecil di sepanjang perbatasan, termasuk pertempuran udara di mana setidaknya satu orang India dan satu jet Pakistan ditembak jatuh.

Pekan lalu, parlemen India memilih untuk mengubah konstitusi India, yang secara resmi mengakhiri status otonomi Kashmir berdasarkan Pasal 370 dan mengubah wilayah itu menjadi dua wilayah serikat yang terpisah - Jammu & Kashmir dan Ladakh.

Langkah itu disambut dengan permusuhan ekstrem oleh Pakistan. Seorang pejabat senior menyerukan Islamabad untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan India. Pakistan punmengusir Dubes India, sebagian memotong jalur kereta, dan menutup wilayah udara Pakistan bagi penerbangan India. (Baca juga: Krisis Kashmir, Pakistan Tutup Wilayah Udaranya untuk Penerbangan India)

Perdana Menteri India Narendra Modi membenarkan penghapusan Pasal 370 Kamis lalu, menuduh status itu tidak menguntungkan rakyat negara, tetapi hanya mendorong separatisme, korupsi, terorisme, dan aturan keluarga.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menyamakan tindakan New Delhi dengan tindakan Nazi Jerman, dan menuduh koalisi penguasa India mengubah demografi Khasmir melalui pembersihan etnis. Khan memperingatkan bahwa militer Pakistan dan orang-orang siap untuk beperang sampai titik darah penghabisan untuk mempertahankan diri dan kedaulatan Kashmir di tengah-tengah ketegangan. Ia juga mengatakan masyarakat internasional akan memikul tanggung jawab jika perang pecah antara kekuatan bersenjata nuklir itu.

Pakistan dan India masing-masing melaporkan meningkatkan kehadiran militer mereka di wilayah tersebut sebagai akibat dari ketegangan.
(ian)
Berita Terkait
Agama Penduduk Kashmir...
Agama Penduduk Kashmir dan Persentasenya
India Jadikan Kashmir...
India Jadikan Kashmir sebagai 'Hotspot' Islamopobia Terbesar
India Terlalu Mengekang...
India Terlalu Mengekang Kashmir, Apakah Modi Kena Karma?
India dan Pakistan Gelar...
India dan Pakistan Gelar Perundingan Rahasia Atasi Kebuntuan Kashmir
Kashmir Desak Pakistan...
Kashmir Desak Pakistan Serang India Secara Besar-besaran
Kedubes India Ungkap...
Kedubes India Ungkap Serangan di Jammu dan Kashmir
Berita Terkini
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
22 menit yang lalu
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
57 menit yang lalu
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
1 jam yang lalu
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
2 jam yang lalu
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
3 jam yang lalu
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved